Sekolah Ditutup Israel, Anak Palestina Belajar di Jalanan

Sebuah sekolah dasar bergengsi Palestina di Yerussalem Timur, tepatnya di Sur Baher, ditutup oleh militer Israel, Kamis (2/3/2017) lalu. Akibatnya, muridnya belajar di jalanan sekaligus sebagai bentuk protes.

Al-Nukhba, yang berarti elit, adalah sekolah Arab bergengsi di wilayah Yerussalem timur. Militer Israel menuduh sekolah ini didirikan oleh Hamas dan menghasut siswanya untuk membenci Israel.

Sang kepala sekolah, Luay Jamal Bkirat, langsung ditangkap oleh polisi Israel. Dia diinterogasi terkait keterlibatannya dengan kelompok militan Hamas.

Namun, Bkirat menolak tudingan itu. Menurutnya, sekolah tersebut sama sekali tidak terkait dengan Hamas. Sementara kurikulum sekolah mengacu pada kurikulum umum yang berlaku di semua sekolah di Yerussalem timur.

Dia menambahkan, sekolah yang menampung 250 anak itu dibuka tahun lalu dan mendapat izin sementara dari pemerintahan kota Yerussalem. Namun, pada bulan November lalu, izin sekolah itu dicabut sepihak.

Bkirat mengutuk penutupan sekolah ini dan menganggapnya sebagai “upaya untuk merusak pendidikan.”

Pasca penutupan, anak-anak datang ke sekolah bersama orang tua mereka. Sebuah aksi digelar di depan sekolah oleh komite orang tua siswa. Anak-anak membentangkan poster bertuliskan: “penutupan sekolah adalah tirani.”

Palestina timur, wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel, sangat diskriminatif dalam menyelenggarakan pendidikan. Anak-anak Yahudi Israel belajar terpisah dengan anak-anak Palestina.

Umumnya, sekolah-sekolah Arab di wilayah Yerussalem timur dijalankan oleh pemerintah kota Yerussalem, Wakaf Islam yang dikelolah oleh Kementerian Pendidikan Palestina, institusi swasta, dan badan PBB yang mengurusi pengungsi (UNRWA).

Menurut Kementerian Pendidikan Palestina, pelajar-pelajar Palestine menderita gangguan rutin dan tekanan politik dari Israel. Mereka mengontrol kurikulum dan proses belajar-mengajar.

Laporan media Israel Haarezt di tahun 2016 menyebutkan, sekolah-sekolah Palestina di Yerussalem timur hanya menerima kurang dari separuh anggaran pendidikan. Sisanya dialihkan ke sekolah-sekolah Yahudi di Yerussalem barat.

Yerussalem timur adalah kota yang digadang-gadang oleh bangsa Palestina sebagai Ibukota negara Palestina merdeka. Namun, Israel terus menerus membangun pemukiman ilegal guna membendung proyek politik Palestina merdeka.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut