Samir Amin: Sebuah Kemenangan Penting Bagi Rakyat Mesir

anti-mursi.jpg

Ekonom marxis Mesir Samir Amin berpendapat, kejatuhan Presiden Muhamad Mursi dan kekuasaan Ikhwanul Muslimin adalah sebuah kemenangan penting bagi rakyat Mesir.

“Ini sudah diharapkan oleh seluruh rakyat Mesir. 25 juta warga telah menandatangani petisi yang diperlukan untuk mengakhiri kekuasaan mursi, yang terpilih hanya karena penipuan besar-besaran, yang tidak diakui oleh Badan Peradilan Mesir tapi dipaksakan oleh Washington,” kata Samir Amin dalam pernyataan sikapnya di newsletter elektornik mingguan Pan Afrika, Pambazuka News, Rabu (10/7/2013).

Menurut Samir Amin, pemerintahan Ihkwanul Muslimin telah menerapkan kebijakan reaksioner seperti era Mubarak. Bahkan lebih desktuktif dampaknya terhadap klas popular.

Selain itu, kata Samir Amin, Mursi tidak punya itikad untuk menghargai aturan demokrasi, tetapi justru memobilisasi geng kriminal untuk melecehkan gerakan kerakyatan dan terus melambaikan bendera “perang sipil”. Mursi juga, katanya, bertindak seperti diktator brutal dan mengatus semua posisi (jabatan) di dalam negara secara eksklusif untuk Ikhwanul Muslimin.

“Kombinasi dari kebijakan sosial ekonomi yang brutal dan tidak adanya penghormatan terhadap manajemen normal negara mengakibatkan kejatuhan cepat dari ilusi terhadap bagian terbaik masyarakat Mesir,” katanya.

Dalam keadaan seperti itu, ujar Samir Amin, kekuatan barat terus memberikan dukungan terhadap rezim terpilih (Mursi) dan mengklaim rezim itu sedang mengarah ke demokrasi. “Mungkin mereka menghendakinya seperti Republik Demokratik Qatar,” sindirnya.

Samir Amin menegaskan, apa yang terjadi pada tanggal 30 Juni lalu memang sudah diharapkan. “Demonstrasi anti-Morsi, yang bahkan lebih besar dari demonstrasi Januari 2011 (penggulingan Mubarak), mencapai 16 juta orang, seperti dicatat Polisi,” ungkapnya.

Menghadapi hal itu, kata Samir Amin, Mursi justru mengibarkan bendera ‘perang sipil’. Meski demikian, mobilisasi Mursi saat itu  hanya mencapai ratusan ribu orang.

Dalam pandangan Samir Amin, kekuatan barat, juga Israel dan negara Teluk, mendukung Mursi karena mereka tidak menghendaki masa depan Mesir yang demokratis dan secara sosial progressif. “Bangsa Mesir dan militernya mengalahkan mereka,” katanya.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut