Ribuan Rakyat Israel Protes Penghematan

Ribuan rakyat Israel tumpah ruah di jalan-jalan kota Tel Aviv, Ibukota Israel, untuk memprotes langkah penghematan yang segera akan diputuskan oleh pemerintah Israel, Sabtu (11/5/2013).

Jumlah massa diperkirakan mencapai 10.000-an orang. Selain di Tel aviv, aksi serupa juga berlangsung di kota-kota besar Israel lainnya, seperti Jerusalem, Haifa, Modiin, Rishon Lezion dan Ashdod.

Diantara demonstran terdapat anggota parlemen, aktivis organisasi dan partai kiri, dan partai buruh. Sebagian besar demonstran menyalahkan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu dan Menteri Keuangan Yair Lapid atas krisis yang mendera Israel.

Isu utama yang diprotes massa aksi adalah kenaikan pajak. Sebagai langkah penyelamatan anggaran, Menteri Keuangan Israel mendorong kenaikan pajak sebesar 1,5 persen. “Ambil dari para Taipan, jangan dari kami,” demikian bunyi poster yang diusung massa aksi.

“Lapid menjanjikan surga dua tahun lalu. Kepercaan publik adalah kondisi yang diperlukan untuk pertumuhan. Tetapi hari ini rakyat bertanya pada diri mereka sendiri, apakah layak mempercayai Menteri Keuangan mereka lagi,” kata Itzik Shmuli, anggota parlemen dari partai buruh.

Shmuli berjanji, pihaknya akan terus melawan rencana penghematan tersebut, baik di jalanan maupun di Knesset (Parlemen Israel). “Kami akan terus melakukan perlawanan di jalan-jalan dan di lorong-lorong parlemen,” katanya.

Dalam rencana penghematan yang akan dibahas Senin besok, pemerintah Israel akan memangkas anggaran belanja sebesar $1,8 milyar pada APBN 2013 dan $5 miliar pada APBN 2014.

Pemotongan anggaran ini akan berdampak pada berkurangnya belanja untuk sektor publik. Ini termasuk pemangkasan anggaran untuk jaminan sosial dan uang pensiun.

Di Ramat Gan, 300-an massa aksi berbaris menuju rumah Menteri sumber daya energi dan air Israel, Silvan Shalom, untuk memprotes rencana impor gas. Mereka memblokir jalan dan bentrok dengan petugas kepolisian. Akibatnya, seorang peserta aksi ditahan polisi.

Pada bulan September 2011 lalu, Israel juga digoyang protes sosial. Sedikitnya 500.000 demonstran membanjiri Tel Aviv untuk memprotes kenaikan biaya hidup, sewa rumah, dan privatisasi layanan publik.

Aliza Khalid

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut