Ribka Tjiptaning: FPI Harus Disikapi Bersama

JAKARTA: Pernyataan salah satu pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Munarman, bahwa pihaknya tidak terlibat dalam kejadian di Banyuwangi, dibantah keras oleh dr. Ribka Tjiptaning.

Dalam pernyataan persnya, Rabu (30/6), dr. Ribka Tjiptaning mengaku mempunyai banyak bukti mengenai keterlibatan organisasi FPI dalam pembubaran acara anggota DPR di Banyuwangi, minggu lalu.

“Kami punya rekaman peristiwa itu. Pun ada banyak media yang melaporkan kejadian itu,” ujar Ribka melalui pernyataan pers.

Dia menambahkan, lima organisasi yang terlibat aksi itu, yakni Front Pembela Islam, Forum Peduli Umat, Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi, Gerakan Rakyat Anti Komunis, dan Gerakan Rakyat Anti Maksiat Banyuwangi, sudah menggelar konferensi pers mengenai alasan pembubaran itu.

Dalam konferensi pers itu, lanjut Ribka, dikatakan bahwa alasan pembubaran acara tersebut adalah untuk mencegah pertemuan mantan kader dan anggota PKI.

“Ini sebuah fakta yang ngawur. Pertemuan itu justru digunakan untuk mensosialisasikan hak rakyat mendapat kesehatan gratis. Ini ide soal rumah sakit tanpa kelas, sebuah counter terhadap rumah sakit pemerintah yang sekedar jadi ajang bisnis,” ungkapnya.

Ribka menambahkan, selain mensosialisasikan program kesehatan gratis bagi rakyat, pihaknya juga menjelaskan soal keberadaan Badan Pelaksana Jaminan Sosial yang menjadi inisiatif DPR RI sebagai pelaksanaan UU No 40 tahun 2004 tentang SJSN.

Untuk itu, pihaknya mendesak agar Komnas HAM bisa mengeluarkan keputusan tegas mengenai keberadaan FPI yang mengancam demokrasi, bukan sekedar rekomendasi tanpa kekuatan hukum.

Pihaknya juga meminta Kapolri dan Mendagri tidak saling lempar tanggung jawab, soal siapa yang harus membubarkan organisasi ini, tapi harus bertindak konkret dan tegas. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut