“Replika Tikus” Untuk Pejabat Korup

Ada banyak cara bagi para aktivis anti-korupsi untuk menuangkan kritik mereka terhadap praktek korupsi yang merajalela di negeri ini. Salah satunya, seperti yang dilakukan aktivis anti-korupsi di Blitar, Jawa Timur, yaitu dengan membawa replika “tikus”.

Koordinator aksi Jino mengatakan kepada Berdikari Online bahwa penggunaan replika tikus ini memudahkan masyarakat memahami bahaya korupsi di negeri ini.

“Tikus menjadi masalah bagi petani, karena merusak dan memakan pada. Juga, ibu rumah tangga akan pusing dengan tikus yang mencuri makanan yang disimpan,” kata Jino menjelaskan makna penggunaan tikus ini.

Dalam aksinya, Aliansi bernama Rakyat Tuntut Amanah Keadilan (Ratu Adil) ini juga membawa kain putih berukuran panjang, yang dipergunakan untuk mengumpulkan tanda tangan dukungan terhadap anti-korupsi.

Kain putih ini dibentangkan untuk memberi kesempatan masyarakat umum membubuhkan tanda-tangannya.

Sesampainya di kantor Walikota, massa sempat terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian saat massa berusaha membakar replika tikus yang dibawa. Tetapi pihak kepolisian berusaha melarang aksi pembakaran ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut