Alasan Tidak Punya Alat Fax, Kejati Malut Tidak Laporkan Kasus Korupsi

Pernyataan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, bahwa pihaknya tidak dapat melaporkan sejumlah kasus korupsi di daerah ini karena belum punya alat Fax, dianggap oleh banyak pihak sebagai pernyataan tidak masuk akal.

Salah satu pihak yang mengecam pernyataan ini adalah ratusan demonstran anti-korupsi, yang sedang melancarkan aksi untuk memperingati Hari Anti-korupsi se-dunia di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (9/120.

Aksi ini merupakan gabungan dari lima organisasi gerakan mahasiswa di Maluku Utara, yaitu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), SAMURAI, IMM Komisariat UMMU, GEMPAR, dan BEM Fak HUKUM Universitas Khairun Ternate.

Wakil koordinator lapangan aksi ini, Fadli Yusuf menyatakan bahwa banyak sekali kasus korupsi yang terjadi di Maluku Utara, namun hanya sedikit sekali yang mendapat penyelesaian adil dari para penegak hukum.

Mahasiswa juga menyoroti kegagalan pemerintahan SBY-Budiono dalam memberantas korupsi di Indonesia. “Pemberantasa korupsi oleh SBY-Budiono hanya sebatas retorika belaka, tetapi kenyataannya tidak pernah terbukti,” ujar Fadly.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut