Ratusan Warga Meranti Protes Keberadaan Sejumlah Perusahaan

MERANTI: Sedikitnya 300 dari Front Perjuangan Rakyat Meranti (FPRM) menggelar aksi di Kantor DPRD Kabupaten Meranti, Senin (26/7). Mereka mempersoalkan keberadaan sejumlah perusahaan, yakni PT. RAPP dan PT. Kondur SA.

FPRM merupakan gabungan dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Himpunan Pelajar Mahasiswa Merbau ( HIPMAM ), Serikat Tani Riau (STR).

Mereka menuntut agar pemerintah setempat segera mencabut ijin HPH/HTI PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), karena dianggap punya catatan hitam terkait sejumlah konflik agraria dengan warga setempat.

Selain itu, massa yang sebagian besar buruh ini juga mempersoalkan PT. Kondur PSA, yang dianggap telah menerapkan praktik outsourcing dan mengabaikan pekerja lokal dalam penerimaan karyawan.

Muhammad Ridwan, selaku koordinator aksi ini, mengatakan, selain persoalan outsurcing dan penerimaan pekerja lokal, pihaknya juga menuntut PT. Kondur PSA untuk segera menyelesaikan konflik agraria dengan 21 KK di desa Lukit dan segera meluncurkan program CSR untuk warga sekitar.

Terkait tuntutan ini, pihak DPRD menyatakan mendukung tuntutan massa Front Perjuangan Rakyat Meranti (FPRM) ini. Khusus untuk persoalan PT.RAPP, pihak DPRD akan membentuk pansus lebih dahulu untuk mempelajari kasus tersebut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut