Ratusan Ribu Rakyat Mesir Bergerak Menentang Diktator Baru

Ratusan ribu rakyat Mesir, umumnya klas pekerja dan kaum muda, berbaris di jalan-jalan kota Kairo, Ibukota Mesir, pada hari Jumat (7/12) lalu. Mereka memprotes keinginan Presiden Mesir yang baru, Mohamed Mursi, yang ingin memperluas kekuasannya menjadi tidak terbatas.

Puluhan ribu massa bergerak ke Istana Presiden. Mereka menerobos barikade kawat-kawat berduri yang dipasang oleh pihak keamanan. Sementara puluhan ribu lainnya menggelar aksi di lapangan Tahrir.

Aksi protes ini melibatkan berbagai spektrum politik, seperti sayap kiri, liberal, dan demokratis. “Oh tentara, oh tentara, kalian menjadi tangan kanan persaudaraan (Ikhwanul Muslimin), kalian penghianat,” kata demonstran.

Aksi di depan Istana Kepresidenan dihadang dengan tank. Namun, demonstran justru menaiki tank itu dan mengibarkan bendera mesir. Mereka juga tak henti-hentinya meneriakkan slogan “Ganyang Kekuasaan Militer” dan “Turunkan Mohamed Mursi”.

Protes terhadap Mursi terus meletus sejak 22 November lalu, ketika Presiden Mursi mengeluarkan dekrit, yang memberinya kekuasaan luar biasa. Diantaranya, kekuasaan luar biasa untuk membubarkan parlemen dan mengumumkan situasi darurat.

Pengerahan Militer

Sementara itu, menanggapi aksi protes yang terus berkembang, Presiden Mursi berencana menggunakan militer. Harian Mesir Al-Ahram melaporkan, krisis berkepanjangan akan membawa bencana dan mereka tidak akan mentolelir kekerasan.

Sedikitnya 6 orang tewas dalam bentrokan beberapa hari terakhir. Sedangkan 200-an orang lainnya terluka. Al-Ahram melaporkan, sebuah langkah hukum sudah disetujui kabinet Mesir untuk mengambil langkah-langkah menghentikan protes.

Tank dan kendaraan lapis baja sudah dikerahkan untuk membentengi istana kepresidenan dari aksi protes. Tak hanya itu, jam malam juga mulai diberlakukan untuk menurunkan intensitas pemberontakan.

Sementara itu, massa Ikhwanul Muslimim (IM), yang notabene pendukung Mursi, juga bergerak pada hari Rabu lalu. Mereka menggelar aksi massa tidak jauh dari istana Kepresidenan. Bentrokan pun pencah antara IM dan gerakan rakyat penentang dekrit Mursi. Korban pun berjatuhan.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut