Radius Bahaya Merapi Diperluas

Setelah letusan kedua Merapi yang cukup dahsyat kemarin (3/11), garis radius aman bahaya merapi diperluas dari 10 kilometer menjadi 15 kilometer.

Pemberlakuan radius ini berlaku sejak pukul 16.00 WIB kemarin. Keputusan itu berlaku untuk semua pihak, termasuk jurnalis, tim relawan, dan petugas pos pengamatan Gunung Merapi.

Sejak pagi kemarin, gunung merapi tidak berhenti melakukan aktivitasnya, bahkan sempat mengeluarkan awan panas selama sekitar 1,5 jam secara beruntung. Luncuran debu diperkirakan sampai 5 kilometer.

Kejadian luncuran awan panas terjadi hingga malam hari. Jarak luncur ke atas mencapai 4 kilometer, sementara luncuran horizontal mencapai 3,5 kilometer.

Menghindari Bahaya

Di jalan Kaliurang, sekitar 17 kilometer dari puncak Merapi, warga terlihat bergegas dan sebagian memilih turun.

Abu vulkani juga diperkirakan akan mengganggu aktivitas penerbangan.

Sementara ancaman bahaya lahar dingin juga cukup besar, mengingat hujan deras yang terus terjadi. Tak hanya Kali Gendol, lahar dingin juga merembes ke Kali Kuning, Umbulharjo.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat untuk menjauh dari bibir sungai karena dikhawatirkan terjadi luapan lahar dingin secara tiba-tiba.

Sejak meletus pada hari pertama Selasa pekan lalu, laporan menyebutkan jumlah korban jiwa 38 mencapai orang dan sekitar 29.000 warga mengungsi.

Jumlah pengungsi yang terus meningkat memaksa sebagian diantara mereka mendirikan tenda-tenda di halaman sekolah.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut