PRD Tuban Gelar Aksi Solidaritas Untuk Rakyat Bima

Aksi solidaritas untuk rakyat Lambu, Bima, Nusa Tenggara Barat, terus berlangsung di berbagai daerah. Kali ini aksi digelar di Tuban, Jawa Timur, oleh puluhan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD).

50-an aktivis PRD Tuban ini menggelar aksinya di depan Mapolres Tuban. Mereka meneriakkan yel-yel “Polri sudah jadi centeng imperialis”. Kemudian satu persatu aktivis PRD Tuban menyampaikan orasi politiknya.

Agus Juang, Ketua PRD Tuban, mengatakan kejadian di Bima sebagai cerminan dari tata-kelola agrarian nasional yang berbau kolonialis. “Pemerintah masih mengadopsi cara pandang kolonialis. Mereka menomor-satukan pemilik modal dalam penguasaan tanah dan sumber daya alam di dalamnya,” ujar Agus Juang.

Agus Juang juga mengeritik pendekatan represif pemerintah dalam penanganan berbagai konflik agraria di Indonesia. Polri, sebagai alat negara, mestinya bertindak untuk menjaga kepentingan rakyat. Akan tetapi, kenyataan memperlihatkan bahwa Polri menjadi centeng pemilik modal.

Dalam orasi politiknya, Agus Juang juga menyerukan agar dibentuk semacam Panitia Nasional untuk Penyelesaian Konflik Agraria. Panitia ini, kata Agus Juang, harus melibatkan sebanyak-banyaknya organisasi petani dan organisasi rakyat lainnya.

“Pendekatan penyelesaian agraria mestinya dialog dan negosiasi. Jangan lagi ada penggunaan TNI/Polri dalam penanganan kasus agraria,” tegasnya.

Aksi damai aktivis PRD ini sempat diwarnai adu mulut. Sejumlah petugas kepolisian tidak setuju pelaksanaan aksi protes yang bertepatan dengan hari raya keagamaan.

Tetapi, ketika membuka orasinya, Ketua PRD Tuban Agus Juang langsung menyampaikan ucapan selamat merayakan hari Natal kepada seluruh rakyat Indonesia dan dunia yang merayakannya.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut