PRD Sumsel Kembali Sosialisasi Gerakan Pasal 33

Kader dan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumatera Selatan membagi-bagikan selebaran di sejumlah titik di kota Palembang, siang tadi (16/7).

Sekretaris PRD Sumsel, Jay Marta, yang hadir dan memimpin langsung aksi pembagian selebaran ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian sosialisasi dari rencana peluncuran sebuah gerakan yang disebut ‘gerakan pasal 33’.

Katanya, selain pembagian selebaran, PRD Sumsel juga memasang spanduk sosialisasi di sejumlah kota atau kabupaten di Sumsel, diantaranya: Palembang, Muara Enim, Lubuk Linggau, dan Musi Rawas.

“Spanduk kami pasang di sejumlah titik strategis. Kita berharap bahwa orang bisa mengetahui rencana gerakan ini,” katanya.

Sedangkan aksi pembagian selebaran dilakukan di beberapa titik keramaian di kota Palembang, diantaranya, kawasan pasar 16 ilir dan bundaran Masjid Agung.

Junaidi, salah seorang aktivis petani Tanjung Medang, Muara Enim, yang beberapa bulan lalu sempat dipenjara karena kriminalisasi oleh kepolisian, terlihat hadir dalam aksi pembagian selebaran dan pemasangan spanduk ini.

Junaidi sangat mendukung gerakan pasal 33 ini. Baginya, akibat tidak diterapkannya pasal 33 UUD 1945 secara konsisten, maka banyak kasus perampasan tanah milik rakyat oleh swasta dan asing.

“Sekarang tidak ada kedaulatan rakyat terhadap tanah. Hanya karena kepentingan pemilik modal, tanah milik rakyat begitu gampang mereka caplok,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Tanjung Medang ini menganjurkan kepada seluruh gerakan petani di Indonesia untuk mendukung gerakan pasal 33 ini.

Menurut rencana, PRD Sumsel akan menggelar aksi massa sebagai bagian dari aksi nasional PRD untuk meluncurkan ‘gerakan pasal 33’. Aksi massa akan dilakukan di kantor Gubernur Sumsel dan kantor DPRD Sumsel.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut