PRD Sulsel Gelar Rapat Akbar (Vergadering)

Ribuan kader, anggota, dan simpatisan Partai Rakyat Demokratik (PRD) memenuhi gedung Hamrawati, di Jl. Andi Pettarani no. 8 Makassar, untuk menghadiri rapat akbar atau vergadering.

Selain dihadiri oleh Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono, acara ini juga dihadiri oleh pengurus partai tingkat provinsi, kota, dan kelurahan. Hadir pula tokoh-tokoh politik setempat, akademisi, dan budayawan.

Sebagian besar peserta rapat akbar ini adalah rakyat miskin kota, buruh, mahasiswa, dan pemuda. Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bergema saat panitia membuka acara ini, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan mars “PRD”.

Selain orasi politik dari pimpinan dan pengurus PRD, sejumlah tokoh politik, akademisi, dan budayawan juga turut menyampaikan salam solidaritas dan harapan-harapannya bagi perjuangan PRD ke depan.

Ditampilkan pula tarian khas masyarakat Sulawesi Selatan, yaitu Tari Angin Mammiri, yang dibawakan oleh Sanggar Seni Posko Pannampu. Sementara aktivis-aktivis dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) membawakan musikalisasi puisi.

PRD harus berada di tengah Rakyat

Dalam pidatonya yang bersemangat, Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono mengajak seluruh kader, anggota, dan simpatisan partai untuk bekerja di tengah-tengah rakyat, mencari tahu persoalan rakyat, dan berjuang bersama-sama rakyat.

“Untuk mendapatkan pemahaman yang baik dalam perjuangan, setiap kader dan anggota partai harus belajar kepada massa rakyat,” kata Agus Jabo.

Menurut Agus Jabo, tekanan pekerjaan PRD sekarang ini adalah pembangunan partai atau party building, berupa perluasan struktur partai hingga kelurahaan dan perekrutan anggota secara terbuka kepada massa rakyat.

Mengenai penggunaan pancasila sebagai azas PRD, Agus Jabo mengatakan, “jika Pancasila dapat diperas menjadi tiga bagian, yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan ketuanan yang mahaesa, maka esensinya sama dengan apa yang diperjuangkan PRD.”

Pernyataan Agus Jabo mendapat dukungan akademisi dan sekaligus budayawan dari Universitas Hasanuddin, Ishak Ngeljaratan, yang mengatakan; “PRD sebagai partai yang dipimpin kaum muda, harus terus konsisten bekerja di tengah massa rakyat.”

Bersatu melawan penjajahan asing

Ketua KPW PRD Sulsel Babra Kamal menjelaskan mengenai problem pokok bangsa Indonesia sekarang ini, yaitu penjajahan kembali, melalui apa yang disebut dengan “neoliberalisme”.

Sistim ini, menurut Babra, telah berkontribusi pada penghancuran perekonomian nasional, mengubah struktur politik semakin liberal, dan merusak jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia.

Babra Kamal, yang juga sarjana perikanan Unhas ini, menyerukan agar seluruh kekuatan politik di dalam negeri bisa menyatu dalam sebuah blok sosial politik anti-neoliberalisme.

Sementara politisi dari PNBKI, Arif Bahagiawan, menganggap bahwa problem pokok sekarang ini terletak pada tidak berjalannya tiga fungsi kekuasaan, yaitu legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Oleh karena itu, Arif juga menyetujui jika perjuangan rakyat diarahkan untuk pergantian terhadap sistim kekuasaan yang macet ini, tetapi dilakukan dengan jalan yang elegan.

seorang akademisi lainnya, yaitu Muchlis Kunto, juga menggaris-bawahi mengenai pentingnya PRD menentang politik uang yang marak dipergunakan politisi.

Menurut Muchlis, politik uang sangat berkontribusi pada lahirnya model kekuasaan yang mudah dibeli dan takluk kepada kepentingan asing. Dan karena itu, ia menganjurkan agar PRD masuk ke politik dengan tradisi yang berbeda dengan politisi korup itu.

Membesarkan Partai

Ketua KPW PRD Sulsel Babra Kamal juga menjelaskan mengenai prioritas kerja partai gerigi-bintang ini kedepan.

“Kami akan segera melengkapi struktur partai di berbagai kota dan kabupaten di Sulsel. Kami juga akan melakukan perekrutan anggota seluas-luasnya,” katanya.

Saat ini, PRD sudah berhasil membangun strukturnya di beberapa kota di Sulsel, diantaranya, makassar, Bulukumba, dan Palopo.

Disamping perluasan struktur, partai juga akan melakukan pendidikan politik kepada kader dan massa secara terstruktur di berbagai tingkatan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Baul

    Mantap…long life 4 Democratic People Party…