PRD Lampung Gelar Rapat Akbar (Vergadering)

Sejak pagi hari, ribuan kader dan anggota Partai Rakyat Demokratik (PRD) sudah berkumpul di depan pintu masuk Gedung Serba Guna (GSG) Ernawan Ruwa Jurai Bandar Lampung (13/12).

Mereka sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri acara rapat akbar (vergadering) dan sekaligus pelantikan pengurus baru KPW-PRD Lampung. Hadir dalam acara ini Ketua Umum PRD Agus Jabo Priyono.

Selain kehadiran Ketua Umum PRD, tampak pula sejumlah tokoh-tokoh pergerakan, aktivis LSM, tokoh partai politik, dan pejabat setempat. Dapat disebutkan, diantaranya, Rifki Indrawan dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Hendrawan dari Walhi, Ariska Warganegara (Dosen Unila), dan Kherlani (mantan Wakil Walikota Bandar Lampung).

Spanduk berukuran besar bertuliskan “Hentikan Neoliberalisme, Rebut Kembali Kedaulatan Nasional” terpampang jelas di bagian dalam ruangan, sekaligus menyiratkan platform politik PRD.

Acara dibuka dengan memperdengarkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan dengan menyanyikan “Mars PRD”.

Warna Baru

Meski masih warna merah masih mendominasi ruangan, tetapi PRD terlihat memperlihatkan sentimen soekarnoisme. “Marhaenisme adalah cara marxisme diterapkan dalam situasi Indonesia,” ujar Agus Jabo Priyono.

Dalam orasi politiknya di hadapan massa PRD, Agus Jabo menegaskan soal garis politik PRD yang menekankan pada pembangunan persatuan nasional anti-neoliberalisme dan anti-imperialisme.

“Kami siap bekerjasama dengan kekuatan-kekuatan politik di dalam negeri yang anti-neoliberal dan sektor-sektor dalam masyarakat yang menjadi korban neoliberalisme,” tegasnya.

Agus Jabo juga menekankan pekerjaan organisasional PRD yang ditekankan kepada pembangunan partai (party building), yaitu dengan melakukan perekrutan seluas-luasnya dan membangun struktur PRD hingga kelurahan.

Memperkuat Gerakan ekstra-parlemen dan Advokasi Rakyat

Sementara itu, Ketua KPW PRD Lampung Dewa Putu Adi Wibawa menjelaskan dua prioritas kerja organisasinya di tingkat provinsi, yaitu penguatan struktur partai dan penyelesaian berbagai konflik agraria.

Dewa menjelaskan bahwa PRD Lampung banyak terlibat dalam mengadvokasi kaum tani yang menjadi korban keserakahan pengusaha dan mafia tanah.

“Kami akan segera menfokuskan penyelesaian konflik agraria di tiga daerah, yaitu Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Barat,” ungkapnya.

Meski begitu, Dewa tidak menapikan bahwa PRD akan terus-menerus hadir dalam oposisi permanen terhadap segala bentuk kebijakan neoliberalisme, baik di tingkat nasional maupun di lokal.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • dony amangkurat

    salam pembebasan…………,saya sangat senang dan mengucapkan selamat atas pelantikan ketua KPW PRD Lampung,walaupun tidak hadir saya mohon maaf,selamat berjuang PRD Lampung,satukan barisan di garis massa,salm pembebasan!!!!!!!!!!!