Polisi Israel Mengambil Paksa Anak-Anak Palestina Tengah Malam

Organisasi Hak Azasi Manusia Israel, B’Tselem, melaporkan adanya pengambilan paksa anak-anak palestina pada tengah malam oleh polisi Israel, dan kemudian diinterogasi dengan kekerasan tanpa kehadiran orang tua mereka.

Penggerebekan ini merupakan bagian dari kampanye Israel yang menargetkan anak-anak muda, yang diduga menjadi bagian dari para pelempar batu di Yerussalem timur.

Laporan ini juga menguji hilangnya 81 anak-anak Palestina yang ditangkap pada November 2009 hingga Oktober 2010 di Silwan, sebuah lingkungan kelas pekerja yang terletak di luar Yerussalem timur.

Organisasi sayap kanan ekstremis Israel telah menarget daerah tersebut, dan mengirimkan 150-an orang Israel di pemukiman yang dijaga ketat oleh 16.500 orang Palestina.

Kekerasan dimulai pada bulan September ketika Israel menembak dan membunuh pemukim Palestina.

Para pemuda Palestina merespon serangan ini dengan membakar sampah dan melempar batu ke arah pasukan Israel, dan kemudian Israel membalas dengan tembakan gas air mata.

B’Tselem menyatakan bahwa Polisi telah menangkap sedikitnya 32 anak-anak di Silwan hanya dalam lima minggu, dan sebagian besar mereka diseret dari tempat tidurnya.

Banyak diantara mereka yang berusia dibawah 12 tahun dan yang termuda adalah berusia 5 tahun.

Dalam releasenya B’Tselem menulis: “Dalam satu kasus seorang anak berusia 8 tahun diambil dari tempat tidurnya hanya karena memiliki wajah yang mirip dengan anak yang diduga melakukan pelemparan.”

mereka ditahan selama beberapa jam, ada pula yang ditahan beberapa hari, sambil diinterogasi, kadang-kadang tanpa didampingi orang tua mereka. Laporan lain menyebutkan bahwa polisi juga melakukan kekerasan terhadap anak-anak tersebut.

Banyak yang ditahan di rumah selama dua bulan dan hanya boleh ke sekolah jika ditemani oleh orang tuanya.

B’Tselem juga menegaskan bahwa penangkapan anak-anak pada malam hari dan kemudian diinterogasi tanpa ditemani oleh orang tua merupakan pelanggaran terhadap hukum Israel.

Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menahan ratusan anak-anak di Yerussalem Timur karena melakukan pelemparan batu, namun mengaku tidak mengetahui kalau ada yang berada di bawah umur.

Mr Rosenfeld mengaku tidak menyadari adanya proses interogasi tanpa orang tua itu.

Bulan lalu sekelompok kaum profesional yang bekerja untuk anak-anak mengirimkan surat terbuka kepada pemerintah, memperingatkan bahwa penangkapan tersebut dapat membahayakan psikologis anak-anak.

“Dampak potensial terhadap fikiran mereka dan juga kekerasan yang dilakukan oleh Polisi akan mempengaruhi perkembangan masa depan mereka dan kehidupan mereka sebagai orang dewasa yang mungkin sulit dan merasa tersakiti, kerabat mereka, dan masyarakat mereka,” katanya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • khomaini

    Target zionis Israel terutama dari garis kerasnya memang anak anak, diyakini oleh mereka bahwa anak anak palestina adalah ancaman serius dimasa yang akan datang. Alasannya jika orang Israel atau yahudi memiliki kelebihan dengan kepintaran diatas rata rata, sedangkan anak anak palestina memiliki kemampuan hafal alqur’an sejak usia dini. Seperti yang mereka yakini bahwasannya dalam Alqur’an merupakan kunci masa depan dalam segala hal. Sangat tidak masuk akal kalau pelemparan batu dijadikan alasan untuk menangkap mereka.