PRD Jatim Gelar Musyawarah Wilayah

MuswilPRDJatim

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Gedung Juang 45, jalan Mayjen Sungkono 106 Surabaya, Minggu (2/8/2015).

Acara yang dihadiri oleh ratusan orang itu dibuka dengan pementasan tari khas Jawa Timur, tari Remo. Setelah itu, Ketua KPW PRD periode 2012-2015 Hendraven Saragih menyampaikan pidato sambutan.

Hendraven menggarisbawahi dua tugas pokok kader PRD, yaitu membumikan gagasan Republik Indonesia Keempat di tengah-tengah rakyat dan memastikan PRD lolos verifikasi KPU untuk kepesertaan Pemilu 2019.

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, Hendraven mengklaim, PRD sudah hadir di 23 kota/kabupaten dari 38 kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

“PRD Jatim sendiri sudah diterima di 23 kota/kabupaten di Jatim. Buktinya, Muswil ini dihadiri oleh 23 perwakilan kota/kabupaten tersebut. Artinya, kita masih kurang 15 kota/kabupaten lagi,” ungkapnya.

Acara Muswil PRD Jatim ini juga dihadiri oleh Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono. Dalam sambutannya Agus Jabo menggarisbawahi soal tugas mewujudkan cita-cita Republik Indonesia Keempat atau Masyarakat Adil dan Makmur.

Agus Jabo pun membeberkan asal-usul gagasan Republik Indonesia Keempat ini. “Era pasca Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga berakhirnya kekuasaan Bung Karno disebut era Republik Indonesia Pertama. Republik Indonesia pertama inilah yang meletakkan dasar-dasar Indonesia merdeka, yakni Pancasila dan UUD 1945. Pancasila menjadi dasarnya, sedangkan UUD 1945 menjadi haluan atau pedomannya,” jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, datang era rezim Orde Baru, yang disebut Republik Indonesia Kedua, yang ditandai dengan masuknya kembali modal asing di Indonesia melalui pengesahan UU nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.

“Pertumbuhan ekonomi dengan bersandarkan modal asing, hutang dan bantuan dari lembaga-lembaga asing tersebut menjadi doktrin baru. Instrumen negara berubah menjadi alat untuk melindungi kepentingan modal asing tersebut, baik instrumen politik maupun keamanan,” paparnya.

Sementara Republik Indonesia Ketiga mengacu pada pemerintah pasca Reformasi 1998 hingga sekarang ini. “Pemerintahan di era Republik Indonesia Ketiga ini sangat tunduk pada kepentingan modal asing. Pemimpin kita hanya menjadi cecunguk kepentingan asing sehingga rakyat selalu menjadikan korban dari kepentingan tersebut,” imbuhnya.

Sekarang ini, kata Agus Jabo, sudah tiba saatnya bagi rakyat Indonesia untuk memperjuangkan Republik Indonesia Keempat, yaitu masyarakat adil dan makmur, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan keinginan para pendiri bangsa.

“Perjuangan mewujudkan Republik Keempat bukan hanya tugas PRD semata, melainkan kewajiban seluruh patriot dan kekuatan nasional yang masih bersetia pada cita-cita Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945,” tegasnya.

Araca Pembukaan Muswil PRD Jatim ini juga dirangkaikan dengan diskusi publik dengan tema Ajang Pilkada Serentak Dalam Menyongsong Pemilu 2019. Diskusi publik ini menghadirkan pembicara, yaitu Ketua KPU Daerah Jatim Eko Sasmito, Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga Ucu Martanto, dan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesmbangpol) Jatim Budi Soekorlianto. Sementara yang bertindak sebagai Moderator diskusi adalah tumpal sulaiman, aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya.

Dalam diskusi tersebut, Eko sasmito menjelaskan panjang lebar tentang persyaratan partai politik untuk memenuhi verifikasi administrasi dan faktual untuk pemilu 2019 serta tentang peraturan pemilukada.

Dia menyambut baik kemunculan PRD dipanggung politik pemilu, guna memberikan warna lain dalam kancah perpolitikan nasional. Dia berharap PRD mampu menjadi pilihan alternatif bagi rakyat.

Eko sasmito sendiri mengaku, di tahun 1996, dirinya pernah bersinggungan dengan PRD, ketika partai berlambang bintang gerigi itu melakukan aksi buruh besar-besaran di kawasan tandes Surabaya.

Mengenai issu calon tunggal di pemilukada Surabaya, Eko tidak menyinggung banyak, mengingat KPUD Jawa Timur hanya pelaksana pemilu ditingkat provinsi, dan masih menunggu peraturan terbaru dari KPU Pusat.

Ucu Martanto juga menyambut baik rencana PRD untuk tampil kembali di arena pemilu 2019, mengingat terakhir kali PRD ikut pemilu hanya di tahun 1999.

Dosen politik Unair ini mengingatkan bahwa pemilu sebenarnya bukanlah segala-galanya bagi partai politik, namun yang terpenting ialah parpol mampu melakukan kaderisasi, pendidikan politik bagi anggotanya, dan produksi gagasan tentang penyelesaian persoalan persoalan bangsa.

Terkait ajang Pemilukada serentak di Jatim,  Ucu menilai, ajang tersebut bisa dimanfaatkan oleh PRD untuk pembangunan struktur, perluasan jaringan, dan latihan di ajang pemilu.

Usai membahas beberapa persoalan strategis di bidang ideologi, politik, dan organisasi, Muswil PRD Jatim berhasil menunjuk Pengurus Baru untuk periode 2015-2010. Peserta Muswil sepakat menunjuk Hermawan dan Mochamad Solikhudin masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris KPW PRD Jatim periode 2015-2020.

Muhammad Arif Mustaqim

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut