Polisi Membubarkan Aksi protes Mahasiswa Di Dublin

Polisi Irlandia membubarkan paksa demonstrasi damai yang digelar puluhan ribu mahasiswa di Dublin, ibukota Irlandia.

Media setempat melaporkan bahwa bentrokan terjadi setelah polisi menyerbu demonstrasi 2000 mahasiswa di dekat kantor departemen keuangan setelah menggelar pawai sebesar di Leinster House.

Selain polisi yang berjalan kaki, media juga melaporkan keterlibatan polisi yang menunggangi kuda saat membubarkan demonstrasi damai ini.

Juru bicara kepolisian mengklaim bahwa mahasiswa melakukan pelemparan dengan menggunakana batu, plakat, dan telur di kantor departemen keuangan.

Polisi dilaporkan menyerbu ke dalam lobi sebelum bergumul kembali di luar. Sementara ratusan mahasiswa lainnya menggelar aksi protes duduk di jalanan. Polisi mengakui beberapa orang mahasiswa terluka dan tiga lainnya ditangkap.

Menolak Kenaikan Biaya Pendaftaran

Sekitar 25 ribu mahasiswa ambil bagian dalam protes pada hari Rabu di Dublin untuk memprotes kenaikan biaya pendaftaran masuk Universitas.

Tapi USI mengklaim jumlah mahasiswa yang terlibat dalam protes jalanan mencapai 40 ribu orang.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan rencana kenaikan biaya masuk Universitas dari €1,500 menjadi €3,000.

Serikat Mahasiswa Irlandia (USI) mengatakan bahwa jika biaya registrasi naik lagi, maka ribuan mahasiswa akan terpaksa mengalami drop-out dari universitas.

Kecaman

USI mengaku sedih atas aksi segelintir orang yang duduk di dalam kantor departemen keuangan.

Pemimpin USI menegaskan bahwa pihanya sudah memisahkan diri dengan mereka yang melakukan pendudukan bangunan departemen keuangan.

“Ini perilaku anti-sosial yang sepenuhnya terpisah dari demo USI,” tulis organisasi mahasiswa terbesar Irlandia ini.

Banyak pengunjuk rasa mengenakan kaos “Education, not emigration”, yang mengacu gelombang orang muda yang meninggalkan Irlandia karena angka pengangguran dua digit.

Partai Komunis Irlandia mengutuk pengerahan polisi dan anti huru-hara ketika menyerang mobilisasi damai ribuan mahasiswa.

Kekerasan oleh negara akan bertemu dengan mobilisasi dari seluruh kelas pekerja yang standar hidupnya diserang oleh upaya negara untuk menjaga kepentingan orang yang sangat kaya.

Mahasiswa akan melanjutkan protes pada tanggal 27 November mendatang.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut