Pedagang Anjungan Losari Makassar Protes Kekerasan Satpol PP

Pedagang anjungan pantai Losari yang berhimpun dalam wadah Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor Walikota Makassar, Jumat (28/6/2013). Mereka mengecam tindakan kekerasan Satpol PP terhadap PKL.

Seratusan massa aksi yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor DPRD Kota Makassar, Jumat (28/6/2013). Mereka memprotes tindakan kekerasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap pedagang di anjungan pantai Losari Makassar.

Ketua SRMI Sulawesi Selatan, Firdaus, mengungkapkan, sejumlah oknum Satpol PP telah melakukan kekerasan terhadap PKL di anjungan pantai Losari. “Mereka (Satpol PP) merusak dan membongkar dagangan PKL. Mereka juga merusak gerobak dan alat jualan,” katanya.

Tak hanya itu, ungkap Firdaus, Satpol PP juga mengeroyok salah seorang pedagang. Bagi Firdaus, tindakan tersebut jelas-jelas merupakan bentuk premanisme dan pelanggaran terhadap Hak Azasi Manusia (HAM).

Menurut Firdaus, para PKL di anjungan pantai Losari sangat menggantungkan hidupnya dari aktivitas berdagang. Dengan demikian, jika alat berdagang mereka dirusak, itu sama saja dengan menghilangkan kesempatan hidup mereka.

Di kantor DPRD Makassar, SRMI mendesak agar pihak DPRD turun tangan melindungi PKL dari tindak kekerasan. Menanggapi tuntutan itu, anggota Komisi A DPRD Makassar, yakni H.Yusuf Gunco, berjanji akan menggaransi keberadaan PKL di anjungan losari asalkan tidak menggangu kenyamanan pengunjung.

Usai menggelar aksinya di kantor DPRD Makassar, massa aksi SRMI melanjutkan aksinya ke kantor Walikota Makassar. Di sana perwakilan PKL diterima langsung untuk berdialog dengan Kepala Satpol PP kota Makassar.

Aco, 18 tahun, salah seorang PKL yang menjadi korban kekerasan, menceritakan perlakuan kekerasan yang menimpanya. Ia mengaku tak hanya mengalami perlakuan kekerasan, tetapi dagangannya juga dirampas oleh oknum Satpol PP.

Akhirnya, setelah melalui perdebatan alot sekitar 40 menit, kedua belah pihak sepakat untuk menempuh proses hukum untuk menyelesaikan persoalan kekerasan ini.

Enal Mappatoba

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut