Petani Ogan Ilir Gelar Pendidikan Politik

Para petani yang berhimpun dalam Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB) menggelar pendidikan politik terbuka di desa Sribandung, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Jumat (23/8/2013).

Rusdi Dadok, aktivis GPPB yang menjadi panitia penyelenggara kegiatan ini, menjelaskan bahwa pendidikan ini dimaksudkan untuk memperkaya pengetahuan kaum tani mengenai situasi agraria di Indonesia.

Selain itu, kata dia, pendidikan ini juga diharapkan bisa menjadi ajang untuk mendiskusikan strategi dan taktik perjuangan kaum tani kedepan, termasuk petani Ogan Ilir yang sedang berjuang merebut kembali haknya yang dirampas oleh PTPN VII Cinta Manis.

Adapun materi yang menjadi bahan diskusi dalam pendidikan ini, antara lain, sejarah gerakan tani, manifesto kaum tani, teknik pengorganisiran, koperasi tani, dan UUPA 1960.

Selain itu, menurut Rusdi, pendidikan ini merupakan bagian dari persiapan petani sebelum menggelar aksi jalan kaki dari Ogan Ilir ke Jakarta (long march).

Menurut rencana, sedikitnya 500 petani Ogan Ilir akan mengikuti aksi jalan kaki ke Jakarta. Mereka akan menemui Menteri BUMN Dahlan Iskan, BPN pusat, dan pihak terkait lainny untuk menuntut penyelesaian konflik agraria.

Menurut Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sumsel, Eka Subakti, perjuangan petani Ogan Ilir ini sudah berlansung berpuluh-puluh tahun, namun belum ada tanda-tanda penyelesaian dari pihak pemerintah.

“Pemerintah setempat sudah tidak bisa diharapkan lagi menyelesaikan persoalan ini. Makanya kami menggelar aksi ke Jakarta untuk meminta pejabat terkait di Jakarta untuk turun tangan menyelesaikan konflik agraria ini,” ujarnya.

Eka juga menilai, perjuangan petani Ogan Ilir ini seirama dengan perjuangan rakyat Indonesia lainnya, yakni mengembalikan kedaulatan rakyat terhadap kekayaan sumber daya alam bangsa sendiri, sebagaimana dijamin pasal 33 UUD 1945.

Fuad Kurniawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut