Petani Jambi Matangkan Persiapan Aksi Jalan Kaki 1000 Km (Jambi-Jakarta)

Aktivis Serikat Tani Nasional (STN) Jambi sedang mematangkan persiapan sebelum pelaksanaan aksi jalan kaki (long-march) dari Jambi ke Jakarta (Istana Merdeka).  Aksi tersebut diperkirakan menempuh jarak kurang lebih 1000 kilometer.

“Aksi ini memerlukan energi yang cukup besar. Kami sedang mematangkan kesiapan petani, baik fisik maupun mental. Disamping itu, kami juga sedang mengumpulkan dana juang sebagai logistik di perjalanan,” kata Koordinator aksi, Andi Saputra, di Jambi, Senin (10/12/2012).

Menurut Andi, sejauh ini sudah ada 100-an petani yang mendaftarkan diri sebagai relawan peserta. Namun, proses perekrutan ini masih akan terus berjalan hingga Selasa (11/12) besok.

“Kita sedang menggelar rapat-rapat di tingkatan kampung. Kita mendiskusikan berbagai hal mengenai rencana aksi, hal-hal yang dibutuhkan saat aksi, dan target-target yang hendak dicapai,” kata Andi.

Selain itu, proses penyiapan fisik, termasuk pengecekan kesehatan, juga terus dilakukan terhadap semua relawan. Rencananya, ratusan relawan ini akan berkumpul dan menggelar aksi pendudukan di Dinas Kehutanan (Dishut) Jambi sebelum memulai aksi.

Momen Perjuangan Petani

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Yoris Sindhu Sunarjan mengatakan bahwa aksi jalan kaki petani dari Jambi ke Jakarta ini merupakan momentum perlawanan kaum tani Indonesia.

“Kaum tani merupakan sektor yang sekarang ini benar-benar diserang oleh imperialisme atau neoliberalisme. Ini ditandai dengan massifnya perampasan tanah milik rakyat. Karena itu, aksi jalan kaki 1000 kilometer ini adalah ekspresi perjuangan petani menentang imperialisme,” kata Yoris, di Jakarta, Senin (10/12/2012).

Ada empat tuntutan pokok yang akan diusung oleh aksi ini:

Pertama, menuntut pemerintah segera melaksanakan pasal 33 UUD 1945.

Kedua, menuntut pemerintah melaksanakan UU Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960.

Ketiga, menuntut pengembalian tanah petani (Suku Anak Dalam, Kunangan Jaya II, dan Mekar Jaya) yang dirampas oleh perusahaan.

Keempat, menuntut pencopotan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Zulkifli Hasan.

Disamping itu, aksi jalan kaki (long-march) ini akan melalui lebih dari 20-an kota/kabupaten, seperti Simpang Tempino, Banyu Lincir (Sumsel), Sungai Lilin (Sumsel), Betung (Sumsel), Palembang (Sumsel), Ogan Komering Ulu (Sumsel), Ogan Komering Ilir (Sumsel), Mesuji (Lampung), Tulang Bawang (Lampung), Pesawaran (Lampung), Bandar Lampung (Lampung), Kalianda (Lampung), Bakauheni (Lampung), Merak (Banten), Cilegon (Banten), Serang (Banten), Tangeran (Banten) dan Jakarta.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut