Permintaan Revolusi Mesir

Pemicu situasi di Mesir, pada tanggal 25 Januari 2011, Rakyat menginginkan mengadili Menteri Dalam Negeri, bertepatan dengan Hari Polisi Nasional- kebetulan rakyat Mesir memang benci polisi. (Anand Nurdin)

Minggu ketiga (hari ke 17) sudah rakyat negeri penguasa Terusan Suez bersuara serempak dalam sebuah aksi massa kontinyu menuntut mundur Presiden Husni Mubarak yang sudah berkuasa terlalu lama. Dijelaskan di Al-Jazeera TV, ditayangkan berulang-ulang semingguan lalu: rangkaian opini yang dikeluarkan oleh Obama, Clinton, dan pejabat-pejabat teras AS lainnya menyikapi jalannya Revolusi. Sementara di berbagai negara Timur Tengah tetangga Mesir juga sedang bergolak (Tunisia, Yaman, dll), di negara-negara lain dukungan terus mengalir untuk revolusi dan penolakan intervensi AS juga menggema dari kalangan dunia internasional (termasuk Saudi Arabia). Dunia ingin rakyat di Mesir, terutama, dan juga rakyat di negara-negara Timur Tengah lain menemukan Revolusi-nya sendiri.

Berkaitan dengan Mesir, beberapa menit lalu kami menyaksikan orasi salah seorang pimpinan demonstran di Tahrir Square (Lapangan Pembebasan) yang ditayangkan secara live dan berulang-ulang oleh TV One (bekerjasama dengan Al Jazeera TV). Orasi tersebut panjang dan juga gamblang menjelaskan keinginan demonstran.

Sungguh menarik, dijelaskan di dalam orasi pemuda tersebut, rakyat menginginkan agar tidak hanya Mubarak dan seluruh jajarannya di pusat yang turun, melainkan juga seluruh birokrasi sampai ke yang terendah di seluruh Negeri Mesir juga diganti. Pemuda tersebut mengucapkan bahwa seluruh birokrasi negara Mubarak adalah ilegal (termasuk kepolisian), karenanya harus semuanya turun. Inilah syarat Revolusi, pergantian seluruh birokrasi. Pula para demonstran menginginkan agar parlemen dibekukan. Sementara, pesan untuk militer jelas, para demonstran mengingatkan, bahwa militer harus ingat masa lalunya yang kerap mendukung Revolusi. Rakyat Mesir menginginkan militer Mesir berpihak pada sisi mereka.

Omar Sulaeman, tangan kanan Husni Mabarak, seorang Kepala Intelejen yang baru saja diangkat menjadi Wakil Presiden, sudah menawarkan beberapa konsesi agar demonstrasi Rakyat berhenti. Namun demonstrasi pemuda di Lapangan Pembebasan ini menolak tawaran konsesi Omar. Kita tidak tahu sampai kapan para demonstran ini bisa bertahan. Apalagi sampai saat terakhir, diperkuat dalam pidatonya semalam (10/11), jelas Husni Mubarak masih menolak untuk mundur.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: