Perjuangakan Hak, Dua Warga Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 9 Juni 2010 | 04.56 WIB | Kabar Rakyat

PEKANBARU, Berdikari Online: Dua orang tewas dan 20 orang lainnya mengalami luka berat dalam sengketa lahan antara petani dan perusahaan sawit PT. Tri Bakti Sarimas (TBS) di Desa Koto Cengar, kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Singingi Riau, Selasa (9/6).

Dalam kejadian tersebut, anggota Brimob Kepolisian Resor Kuansing menembaki warga saat memblokir jalan masuk dari kebun menuju kantor PT. TBS. Aksi blokir ini ditempuh warga sebagai bentuk tekanan agar perusahaan bersedia berdialog, namun diabaikan sama sekali.

Karena terus diabaikan, warga pun semakin marah dan berusaha memanen paksa kebun sawit seluas 100 hektar itu. Saat itulah, ratusan kepolisian masuk ke dalam perkebunan dan berusaha mengusir paksa warga. Bentrokan tidak terhindarkan, polisi melepaskan tembakan berkali-kali ke arah warga yang sedang marah.

Dua warga yang tewas, Yuniar (45) dan Disman (43), masing-masing ditembak di bagian dada dan dibagian perut. Mengetahui dua warga tewas akibat tembakan polisi, warga pun marah dan merusak satu mobil patrol Polisi.

Menurut kronologis yang disebarkan di jejaring Facebook, kejadian bermula dari perselisihan antara PT TBS dan warga selaku anggota Koperasi Unit Desa Prima Sehati. KUD dan PT TBS bekerjasama menanam kelapa sawit. Petani KUD Prima Sehati menyediakan lahan seluas 9.300 hektar, sementara PT TBS yang melakukan penanaman sampai panen.

Meski penanaman sudah dimulai sejak tahun 1998, namun petani baru mendapat hasil usaha pada tahun 2008 silam. Itupun, hasil panen yang diberikan PT TBS juga dinilai sangat rendah, yakni Rp 70.000 sebulan untuk lahan seluas dua hektar.

Karena itu, pihak petani merasa sangat dibohongi dan meminta lahan mereka kembali. Namun tidak pernah mendapat respon positif dari pihak PT. TBS. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut