Peringati Sumpah Pemuda, Mahasiswa Jogjakarta Gelar Demo Dan Solidaritas Bencana Alam

YOGYA: Para mahasiswa di Yogyakarta tetap turun ke jalan hari ini (28/10) untuk memperingati 82 tahun Sumpah Pemuda dan melancarkan kritik terhadap pemerintahan SBY-Budiono.

Massa memulai aksinya di Monumen serangan umum 1 Maret menuju titik nol dekat kantor Pos Besar. Mereka menamakan diri Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK), yaitu gabungan sekitar 30-an organisasi, seperti LMND, PRP, Walhi, KAMMI, HMI-MPO, IMM, Keluarga Mahasiswa Univ. Ahmad Dahlan, BEM Politeknik Muhammadiyah, Keluarga Mahasiswa UGM, dan lain-lain.

Koordinator aksi ini, Surya Dharma Sufi menegaskan, momentum sumpah pemuda merupakan ajang refleksi agar kaum muda lebih peduli terhadap bangsanya.

Untuk menyatakan sikap politik, aliansi AMUK mengeluarkan maklumat yang berisi kekecewaan terhadap pemerintahan SBY-Budiono.

Sebagai pemegang kedaulan menurut UUD 1945, rakyat berhak untuk menarik mandat terhadap presiden SBY.

Solidaritas Bencana

Mahasiswa juga memperlihatkan rasa solidaritas mendalam terhadap para korban letusan gunung merapi dan gempa bumi di Mentawai.

Edi Susilo, salah seorang jubir aksi, mengatakan bantuan akan disalurkan kepada para korban melalui posko yang didirikan AMUK dan WALHI.

“Ini adalah bentuk keprihatian gerakan mahasiswa terhadap rakyat yang menjadi korban bencana alam,” ujarnya.

Demonstran mengedarkan kardus di tengah jalan untuk menarik sumbangan dari masyarakat luas. (Rd)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut