Demonstrasi 82 Tahun Sumpah Pemuda Di Jakarta

JAKARTA: Berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa turun ke jalan-jalan di Jakarta untuk memperingati 82 tahun Sumpah Pemuda.

Di Jakarta, berbagai kelompok gerakan mahasiswa mendatangi Istana Negara sejak tadi pagi (28/10) dengan berbagai macam tuntutan politik.

Kelompok yang menjalankan demonstrasi pada siang hari adalah Aliansi Kebangkitan Pemuda dan Rakyat Menuju Kemerdekaan Nasional, yang merupakan gabungan dari organisasi FPPI, FRONTJAK, dan SALUD.

Aliansi ini mengeritik pemerintahan SBY-Budiono yang dianggap menjadi boneka modal internasional.

Demo lain dilakukan oleh Rakyat Bergerak dan Sarekat Konstituen Indonesia (SAKTI) yang juga mendesak agar SBY-Budiono segera turun dari jabatannya.

Demonstran membawa seekor kambing untuk properti aksi, namun diambil paksa oleh pihak kepolisian. Demonstran yang marah mendatangi istana untuk meminta kepolisian membebaskan kambing tersebut.

Demonstrasi juga digelar massa Persatuan Oposisi Nasional yang memulai aksinya dari patung kuda, Indosat, menuju kantor RRI pusat. Mereka mendesak agar pihak RRI menyiarkan pernyataan politik mereka.

Menjelang sore hari, kelompok mahasiswa lain seperti Mahasiswa Universitas Nasional,FAM-Universitas Indonesia, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Revolusi Nurani (GRN).

Kericuhan Kecil

Meskipun jumlah demonstran tidak terlihat banyak, namun sempat terjadi berkali-kali kericuhan antara demonstran dan polisi.

Kericuhan pertama terjadi antara massa Persatuan Oposisi Nasional dengan pihak kepolisian di depan istana. Beruntung, aksi dorong-dorongan ini tidak berubah menjadi bentrokan.

Kericuhan juga terjadi saat massa PMII dan KAPAK, yang baru saja berjalan kaki dari Bundaran HI, berusaha menerobos ke depan istana. Polisi pun mendorong mundur mereka.

Kericuhan lainnya terjadi saat puluhan aktivis dari Universitas Nasional (Unas) berusaha merengsek ke depan istana negara. Polisi berhasil mendorong mereka ke belakang.

Beragam tuntutan

Berbeda dengan gerakan 20 oktober lalu, demonstrasi kali ini terlihat terpencar-pencar dalam jumlah kecil.

Mereka pun datang dengan beragam tuntutan politik, seperti tuntutan SBY-budiono mundur, anti-neoliberal, korupsi, pelanggaran HAM, dan lain-lain.

Kelompok seperti Aliansi Kebangkitan Pemuda dan Rakyat Menuju Kemerdekaan Nasional menuntut pencabutan UU pro-neoliberal, reforma agrarian sejati, kenaikan upah, jaminan sosial, nasionalisasi asset strategis asing, dan pendidikan murah bagi rakyat.

Sementara Persatuan Oposisi Nasional masih pada tuntutannya yang semula, bahwa rejim SBY-Budiono sudah gagal dan sudah saatnya diganti.

Hampir serupa dengan Persatuan Oposisi Nasional, kelompok mahasiswa dari PMII juga menganggap SBY-Budiono sudah gagal, namun masih mengajukan sejumlah poin tuntutan yang mesti dijalankan SBY, seperti hentikan politik pencitraan, penegakan supremasi hukum, hukuman mati bagi koruptor, usut skandal bank century, dan lain sebagainya.

Kelompok mahasiswa lainnya, seperti mahasiswa Unas, melancarkan kritik terhadap pemerintahan SBY-Budiono. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut