Semarak Peringatan HUT ke-17 PRD Di Jawa Timur

Sedikitnya 200-an anggota dan simpatisan Partai Rakyat Demokratik (PRD) memadati Pendopo Kampung Ilmu, di Jalan Semarang Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/7/2013).

Kehadiran ratusan anggota dan simpatisan PRD tersebut adalah dalam rangka memperingati HUT ke-17 PRD. Hadir pula aktivis Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru (LPR-KROB), Lembaga Penelitian Korban Peristiwa ’65 (LPKP ’65), dan Ibu-Ibu PKK Margorukun.

Selain itu, hadir pula pimpinan Pengajian, seperti Sholat Tasbih, Kabut Teduh, Sabilul Qoirot, Khusnul Khotimah. Tak hanya itu, calon Gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan, Bambang Dwi Hartono, juga menyempatkan hadir di peringatan HUT PRD ini.

Acara dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pementasan Tari Remo, tarian khas rakyat Jawa Timur. Setelah itu, Ketua PRD Jawa Timur, Hendraven Saragih, menyampaikan pidato sambutan sekaligus refleksi perjalanan 14 tahun PRD.

Menurutnya, dalam kurun waktu 17 tahun perjalanannya, PRD mengalami banyak perubahan. Ada tiga perubahan mendasar yang dicatat oleh Hendraven pasca kongres ke-VII PRD, yakni: 1) perubahan azas, dari Sosial Demokrasi Kerakyatan (Sosdemkra) menjadi Pancasila; 2) perubahan politik dari anti-kediktatoran Orba menjadi anti-imperialisme; 3) perubahan organisasi, dari bentuk partai konspiratif menjadi partai terbuka.

Ia menegaskan, perubahan itu tidak jatuh begitu saja dari langit, melainkan berasal dari penilaian PRD terhadap situasi objektif yang terus berkembang dan dinamika internal organisasi.

Hendraven mengungkapkan, tugas pokok PRD adalah menuntaskan Revolusi Nasional yang belum selesai. “Tugas kita sekarang adalah menghancurkan feodalisme dan mengusir imperialisme dari nusantara,” tegasnya.

Pidato politik juga disampaikan oleh Bambang DH. Namun, sebelum menyampaikan pidatonya, politisi PDI Perjuangan ini sempat mengajak hadirin untuk menyanyikan lagu “Darah Juang”.

Bambang DH mengaku, PRD merupakan partai yang berjasa besar dalam membuka ruang demokrasi di era Orde Baru. Bambang DH, yang bekas aktivis Pendukung Megawati (Promeg), menyinggung pengalamannya bekerjasama dengan PRD melawan orde baru.

Selain itu, acara ini juga diisi dengan testimoni dari sejumlah mantan pengurus PRD di Jawa Timur, seperti Heru Krisdianto dan Muhamad Soleh. Keduanya menceritakan pengalaman semasa menjadi aktivis PRD di bawah rezim Orde Baru.

Selain itu, ada pembacaan prosa berjudul “17 Tahun Impian” oleh Andik Prasetyo. Selain itu, peringatan HUT PRD juga diisi dengan pertunjukan musik oleh LONTAR Band dan mimbar bebas.

Kamaruddin Koto

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut