Pengamat: PDIP Sebaiknya Sudah Umumkan Capres

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, yang berlangsung tanggal 6-8 September 2013, belum memutuskan nama Calon Presiden yang akan diusungnya dalam Pemilu Presiden (Pilpres) tahun 2014.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies (7SS) Mulyana W Kusumah mengatakan, dalam situasi kontestasi Pilpres yang sangat ketat, setiap parpol seharusnya mengambil langkah strategis mulai dengan mewacanakan capres secara resmi.

“Pengambilan keputusan tentang capres lebih awal oleh parpol akan memberikan peluang untuk melakukan sosialisasi, mempersiapkan strategi pemenangan dan organisasi serta komunikasi secara luas tentang konsepsi pembangunan Indonesia ke depan,” kata Mulyana di Jakarta, Sabtu (7/9/2013).

Dengan pengumuman lebih cepat, kata Mulyana, maka kandidat Presiden akan menjadi pusat perhatian media, bukan sekadar diunggulkan lembaga-lembaga survei.

Menurut dia, beberapa partai pesaing terdekat PDIP sudah memunculkan nama Capresnya. Capres yang dihasilkan Konvensi Partai Demokrat diprediksi adalah Pramono Edhie Wibowo.  Sementara Capres Partai Gerindra adalah Prabowo Subianto.

Ia juga mengatakan, dengan pengumuman lebih cepat, PDIP akan  memiliki kesempatan luas dan waktu lebih panjang untuk fokus pada peningkatan eligibilitas dan elektabilitas Capres, tanpa harus menunggu hasil pemilu legislatif.

“Peranan media cetak dan elektronik serta media sosial berpengaruh terhadap peningkatan maupun penurunan eligibilitas dan elektabilitas Capres. Oleh karena itu, wacana resmi capres oleh parpol akan memungkinkan capres bersangkutan mengkomunikasikan gagasan politik, ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut