Pemimpin Revolusioner Kuba Fidel Castro Berusia 84 Tahun

HAVANA: Pemimpin Revolusi Kuba, Fidel Castro, yang berulang tahun ke-84 pada Jumat ini, mengklaim bahwa dirinya masih seorang “revolusioner yang penuh energi”.

Aku tidak berubah,” tulis Castro dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh media lokal pada hari Jumat (13/8). “Aku akan setia kepada prinsip-prinsip dan etika yang saya praktekkan sejak saya menjadi seorang revolusioner.”

Rakyat Kuba merayakan ulang tahun pemimpin revolusioner mereka dengan menggelar karnaval budaya di jalan-jalan.

Sebuah festival seni yang disebut “Dengan Fidel, untuk perdamaian,” sudah dimulai sejak hari Kamis dengan serangkaian konser, pameran buku, dan kegiatan seni. konser lainnya akan dijadwalkan untuk hari Sabtu di tangga dari Universitas Havana, tempat di mana Castro pernah belajar hukum.

Pada hari Jumat, kunjungan senator Kolombia Piedad Cordoba untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Castro, dan disitu disajikan buku-buku tentang sejarah dan situasi Kuba saat ini, sementara Castro mengambil photocopy-an buku otobiografinya untuk diserahkan kepada para tamu.

“Kau selalu ada dan akan selalu menjadi contoh yang bersinar … komitmen terhadap perjuangan revolusioner, Fidel. Salam Kamerad–Presiden Venezuela Hugo Chavez! Kata presiden Chavez kepada kawan lamanya di account Twitter-nya.

Presiden Nikaragua menyampaikan ucapan selamat untuk ulang tahun Castro ke-84 dan kontribusinya dalam pembangunan masyarakat Kuba, ilmu pengetahuan, dan kebudayaannya. Demikian ditulis Daniel Ortega melalui surat kepada Fidel Castro.

Castro memimpin Kuba selama 48 tahun setelah revolusi tahun 1959, dan menyerahkan kepemimpinan kepada adiknya, Raul Castro, empat tahun lalu karena dirinya menjalani operasi usus.

Akan tetapi, setelah sekian lama absen, Fidel Castro kembali tampil ke publik pada tanggal 7 Juli lalu, dan dalam penampilan publiknya ia menyoroti bahaya perang nuklir global yang kemungkinan akan terjadi.

Akhir pekan lalu, ia memberikan sambutan masalah nuklir Iran kepada Parlemen Kuba, yang merupakan penampilan resmi pertamanya setelah empat tahun.

Dengan mengenaikan seragam militer berwarna hijau zaitun tanpa lencana kepangkatan, pemimpin revolusioner ini  disambut tepuk tangan sangat riuh saat sedang berjalan. Anggota majelis, di sela-sela sesi pembicaraan, berdiri untuk memberikan tepuk tangan dan berteriak keras “viva Fidel”, sebagaimana bapak revolusi ini sedang memasuki ruangan stasiun Radio atau televisi negara.

Berbeda dengan pidato-pidato sebelumnya yang panjang-panjang, Fidel hanya berbicara kurang lebih 10 menit, sambil memperingatkan bahwa ada ancaman perang nuklir jika Presiden Barack Obama memerintahkan serangan ke Iran.

Akhir-akhir ini, Castro banyak mengalihka perhatiannya ke timur tengah dalam serangkain artikel yang diterbitkan di media pemerintah sejak ia mengundurkan diri sebagai Presiden. Dalam sesi khusus siaran langsung sebuah TV, Fidel Castro kembali memperingatkan soal bahaya perang nuklir.

Bulan sebelumnya, castro mempublikasikan buku baru tentang masa mudanya dan kehidupan gerilya menjelang tahun-tahun revolusi 1959.

Buku, yang diberi judul “The Strategic Victory”, menyampaikan kepada pembaca bagaimana 300 orang pejuang yang dipimpin oleh Fidel castro berhasil mengalahkan kediktatoran Fulgencio Batista di pegunungan Sierra Maestra.

Castro mulai memimpin kelompok gerilya pada 2 Desember 1956 melawan pemerintahan Batista dan berhasil menjatuhkan diktator ini pada 1 Januari 1959, sekaligus membuka lembaran baru sejarah negeri ini.

“Saya tidak akan menunggu untuk menjawab banyak pertanyaan tentang masa kecilku, beranjak remaja dan pemuda, dan bagaimana saya menjadi seorang pejuang revolusioner dan seorang pejuang bersenjata,” kata mantan pemimpin Kuba ini.

Dalam wawancara minggu dengan wartawan Venezula yang mengunjunginya, Castro menyampaikan beberapa hal mengenai perannya saat ini.

“Peran saya adalah menyampaikan apa yang terjadi sehingga yang lain dapat mengambil keputusan mengenai apa yang harus dikerjakan. Anda harus mengerti bahwa kawan-kawan (dalam pemerintahan) bukan orang yang dapat dipimpin (dibimbing) dengan tangan; Apa yang saya inginkan untuk mereka adalah memikirkan hal-hal di atas,” katanya.

Sebenarnya, Fidel Castro mungkin sulit untuk meninggalkan panggung utama dalam kehidupan politik. Ia tetap bertahan sebagai ikon pemimpin revolusioner diantara kawan-kawannya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut