Pemilihan RW/RT Pun Diwarnai Kecurangan…

Dalam kehidupan politik Indonesia, kecurangan seolah sudah menjadi “tradisi” dalam setiap pemilihan. Tidak terkecuali dalam pemilihan pengurus RW dan RT.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, pesta demokrasi tingkat lingkungan ini berlangsung semarak. Akan tetapi, sayangnya, di sejumlah pemilihan terjadi kecurangan-kecurangan yang tak perlu terjadi.

Seperti terjadi di RW 5 kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar. Pada saat pemilihan berlangsung, panitia pemungutan suara tidak bisa bersikap netral.

“Panitia memprioritaskan pemilih dari kandidat tertentu. Akibatnya, banyak pemilih yang lebih dulu tiba di TPS memilih pulang karena terlalu lama menunggu,” kata Arham Tawarrang, salah seorang aktivis yang memantau proses pemilihan ini.

Selain itu, kata Arham, pihak panitia tidak mengumumkan berapa jumlah pemilih resmi. Akibatnya, banyak mobilisasi pemilih dari luar kelurahan Pannampu.

Lebih parah lagi, menurut pengamatan Arham, kandidat tertentu sengaja mengerahkan preman untuk melakukan intimidasi terhadap pemilih. “Ada preman yang sengaja duduk di pintu masuk,” kata Arham.

Memperjuangkan Demokrasi Dari Bawah

Saida Aras, salah seorang kandidat yang bertarung dalam pemilihan RW, menganggap ajang pemilihan ini sebagai lapangan uji bagi partisipasi rakyat dalam membangun demokrasi yang sehat.

Saida Aras, yang juga aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), hanya menempati urutan kedua. Ia mengumpulkan 209 suara. Sedangkan kandidat pemenang mengumpulkan 643 suara.

Meski begitu, ia mengaku senang karena tiga aktivis SRMI lainnya berhasil memenangkan pemilihan tiga RT di daerahnya. Lebih menggembirakan lagi, para pemenang itu sebagian besar adalah perempuan.

Tidak hanya itu, seusai penghitungan suara, kandidat SRMI menyalami semua calon dan menitipkan pesan agar mereka bekerja dengan baik untuk warga. “Kami ingin menunjukkan bentuk demokrasi yang sehat,” ujar Saida Aras.

SRMI menganggap partisipasi dalam pemilihan RW/RT sangat penting. Ini dianggapnya sebagai ‘latihan mengelola kekuasaan’. Selain itu, dengan menampilkan cara mengelola kekuasaan yang lebih ‘merakyat’, SRMI berharap bisa memperluas keanggotaan dan struktur organisasinya.

BABRA KAMAL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut