Pekerja Tuntut Nasionalisasi Perusahaan Gas Swasta Domestik Venezuela

M’ERIDA: Pekerja di perusahaan gas swastas domestik menuntut agar perusahaan tersebut dinasionalisasi dan diserahkan pada kontrol pekerja dan komunitas, demikian dilaporkan website alternative Venezuela Aporrea.

Para pekerja berasal dari berbagai perusahaan distribusi gas, termasuk Taurogas, Globalgas, Marinagas, Caracasgas, Visagas, Camipa, dan Tecnicos de Gas.

Menurut Aporrea, para pekerja mengeluhkan sikap perusahaan yang memberhentikan siapa saja yang mencoba untuk membentuk serikat buruh dan  menolak untuk mematuhi keputusan yang dibuat oleh Departemen Perburuhan.

Pekerja tidak memiliki perjanjian kerja kolektif, dan ketentuan mengenai keselamatan dan peralatan kerja, meskipun bekerja dengan cairan yang mudah terbakar dan harus membawa tabung gas yang beratnya 10 kg atau lebih setiap orangnya. Para pekerja mengatakan perusahaan telah memalsukan laporan keamanan.

Seorang sopir truk mengatakan kepada Aporrea, “untuk setiap penurunan penjualan, mereka akan mengambil rutemu dan anda kehilangan komisi. Sopir, yang tidak mau disebutkan identitasnya itu, mengatakan bahwa perusahaan tidak ingin menanggung biaya transportasi, karena itu, pengemudi harus membayar untuk gas dan perbaikan truk, juga para pekerja membayar sebagian besar peralatan mereka, termasuk seragam , sarung tangan dan sepatu bot.

Selain itu, pengusaha membanggakan persahabatan dengan inspektur dan dia mengklaim bahwa mereka di bawah kendalinya.

Seorang juru bicara untuk para pekerja juga mengatakan kepada Aporrea, bahwa sang majikan memiliki hubungan baik dengan perusahaan milik negara, PDVSA-gas. Pemerintah mensubsidi lebih dari setengah biaya dari setiap tabung gas, dan subsidi dalam setahun akan mengcover nilai perusahaan, demikian dikatakan para pekerja.

Dalam sebuah pertemuan dengan pekerja dari perusahaan gas yang berbasis di Caracas dan negara bagian Miranda, pekerja mengutuk unsur birokrasi dalam PDVSA Gas, yang tidak bertemu dengan pekerja dan malah bertemu dengan pihak perusahaan dengan pintu tertutup.

Para pekerja menuntut agar setiap pertemuan menghadirkan mereka agar lebih transparan.

“Mereka memperlakukan kita lebih buruk dari binatang, bos tidak akan bertemu dengan kami untuk membicarakan kontrak kolektif,” kata Darwin Segovia, seorang pekerja yang dipecat dari Marinagas. “Beberapa kolega telah diberhentikan secara tidak adil dan bos mengatakan mereka tidak pernah bekerja di sini,” tambahnya.

Pekerja mengatakan bahwa kalau perusahaan-perusahaan gas harus dinasionalisasi, maka kondisi kerja dan upah akan membaik.

Vengas dan Tropigas, dua perusahaan gas domestik terbesar Venezuela, dinasionalisasi pada tahun 2007 dan menjadi PDVSA Gas Comunal. Menurut pekerja, kondisi dibawah perusahaan milik negara yang baru ini jauh lebih baik, dengan lebih banyak tiket manakan setiap bulannya, lebih banyak libur, dan cuti bagi pekerja yang menikah dan melahirkan serta liburan. Pekerja akan menerima bonus untuk yang punya anak di bawah 12 tahun, melahirkan, pernikahan, sekolah, pembiayaan untuk penitipan anak di bawah 5 tahun, asuransi, dan berbagai manfaat lainnya.

Namun Aporrea juga melaporkan, bahwa seorang informan telah memberi tahu manajer pabrik dari pertempuran untuk pengambilan dan sebagai hasilnya manajer telah memulai “de-kapitalisasi”, menyebabkan truk dan sejumlah peralatan lainnya hilang, diduga dilarikan ke negara lain.

Akibatnya, para pekerja meminta pengawasan sangat ketat dalam hal nasionalisasi. Salah seorang buruh mengatakan kepada Aporrea, bahwa bos juga dilarang bepergian. “Dia pergi ke Kolombia setiap minggu…kami tidak ingin dia mengambil seluruh sumber daya (mesin dan modal perusahaan) ke luar negeri,” kata pekerja.

Para pekerja juga mengatakan, bahwa tidak ada kompensasi bagi perusahaan jika mereka dinasonalisasi, karena mereka menyatakan bahwa perusahaan sudah mendapatkan keuntungan yang cukup dari subsidi tanpa memenuhi syarat apapun.

Pada tahun 2007 terjadi kekurangan gas di beberapa negara bagian di Venezuela.  Media swasta segera menyalahkan pekerja atas kekurangan itu, sementara pekerja menyalahkan manajer kedua perusahaan semenjak dinasionalisasi, Vengas dan Tropigas.

Sebagai hasilnya, karena gaji belum terbayarkan dan kondisi kerja semakin buruk, pekerja meminta pengambil-alihan seluruh perusahaan, yang kemudian terjadi pada tanggal 3 september 2007.  Namun, kemudian, Marea Socialista melaporkan bahwa manajer dari kedua perusahaan bekerja untuk PDVSA Gas Comunal dan menyebabkan masalah kekurangan.

Di sisi lain, sejak awal tahun ini, PDVSA Gas Comunal telah mulai membuat jaringan distribusi gas bekerjasama dengan masyarakat terorganisir, misi pendidikan, dan Milisi Nasional Bolivarian, dengan ide bahwa mereka lebih efektif dalam mencegah harga spekulatif terhadap masyarakat yang dikenakan biaya untuk tabung gas.

Venezuela mempunya 185.2 triliun kaki kubik cadangan gas alam, yang merupakan terbesar kesembilan di dunia, menurut pengumuman baru-baru ini oleh Departemen Energi. Hampir semua rumah di Venezuela bergantung pada tabung gas untuk pasokan gas mereka, tetapi pemerintah mengatakan itu dimaksudkan untuk 3 juta rumah yang punya pipa gas alam pada tahun 2016. PDVSA Gas melakukan eksplorasi gas melalui kemitraan dengan Repsol YPF dari Spanyol dan Italia Eni. (Vanezuela Analysis/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut