Partisipasi Perempuan Venezuela Dalam Angkatan Bersenjata

Tentara Perempuan Venezuela

Banyak kemajuan yang dicapai Revolusi Bolivarian. Salah satunya adalah partisipasi perempuan dalam berbagai bidang. Nah, untuk anda ketahui, perempuan Venezuela juga makin berpartisipasi dalam angkatan bersenjata.

Salah satunya dicapai oleh perempuan bernama Carmen Melendez de Maniglia. Dia disebut-sebut laksamana pertama dalam sejarah angkatan laut Venezuela. Ini belum pernah terjadi dalam sejarah militer Venezuela.

Menurut Carmen Malendez, pemerintahan Chavez telah membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi perempuan dalam Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian (FANB). Sebelumnya, di era pemerintahan sayap kanan, FANB hanya terbuka bagi laki-laki. “Kami tidak diterima dalam unit operasi,” katanya.

Sejak tahun 2000 lalu, perempuan mulai dibolehkan memasuki berbagai kesatuan dan komponen di balik FANB. “Tidak ada lagi diskriminasi,” kata Carmen Malendez. “Kami punya perempuan sebagai perwira kapal, kepala pilot, awak kapal selam, kru tank, dan lain-lain. Kehidupan berubah untuk kami.”

Malendez juga mencatat, 26% lulusan terbaru akademi militer adalah perempuan. Selain itu, jumlah perempuan yang mendaftar di akademi militer sangat “luar biasa”. “Dalam sepuluh tahun, kita akan memiliki tingkat partisipasi perempuan mencapai 50% atau lebih dalam FANB (Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian),” katanya.

Malendez juga menegaskan, Venezuela akan punya angkatan bersenjata yang terlengkapi, terlatih, dan siap bertempur melawan segala bentuk agresi.

Chavez, yang mencita-citakan angkatan perang yang sepenuhnya anti-imperialis, memang mengajak laki-laki dan perempuan untuk bergabung dalam angkatan perang. Baginya, tugas mempertahankan negara tidak bisa dibebankan atau menjadi kewajiban dari satu jenis kelamin tertentu dari massa-rakyat.

Dengan mengutip pernyataan Mao Zedong, bahwa moral menentukan hasil pertempuran, Hugo Chavez mengajak seluruh angkatan perang Venezuela, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mempertinggi moral dan patriotisme membela tanah air dan menentang imperialisme.

Menjelang pemilu Presiden Oktober mendatang, Chavez memang menikmati dukungan sangat kuat dari kaum perempuan. Banyak kebijakan Chavez dianggap sangat menguntungkan kaum perempuan.

Misalnya, untuk pertama kalinya konstitusi Venezuela punya perspektif gender dan menganut bahasa yang tidak seksis. Maklum, bahasa Spanyol banyak memisahkan antara maskulin dan feminin dalam bidang pekerjaan. Sebut saja: “presidente” (laki-laki) dan “presidenta” (perempuan).

Perempuan juga mengambil peran dominan di dewan komunal. Kabarnya, 70% perwakilan dewan komunal adalah perempuan. Bravo Revolusi Bolivarian!

Rosalina

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut