Neoliberalisme Penyebab Kemiskinan

Aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Agun Sulfaira menyatakan bahwa sistim neoliberalisme punya kontribusi sangat besar atas meningkatnya jumlah rakyat miskin.

Pernyataan ini dilontarkan saat diskusi akhir tahun yang dilaksanakan oleh Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Bahana Mahasiswa di Aula Bahana Mahasiswa Universitas Riau. Diskusi ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dan anggota SRMI.

Selain Agun Sulfira, hadir pula pembicara dari pihak akademisi, yaitu Mardiono, seorang dosen di Universitas Riau, dan pengamat masalah perkotaan, Edy Yunus.

Lebih lanjut, Agun Sulfira, yang juga Ketua DPW SRMI Riau, menunjukkan bahwa praktek neoliberalisme yang melahirkan de-industrialisasi telah menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan.

Agun juga menyebut soal pencabutan subsidi, privatisasi layanan publik, deregulasi, liberalisasi perdagangan sebagai bentuk-bentuk pemiskinan massa rakyat.

Sayangnya, menurut Agun, kendati pemerintah sangat mengetahui dampak buruk dari kebijakan seperti ini, tetapi mereka tetap melakukannya sebagai bentuk pengabdian kepada tuannya: imperialisme.

Agun juga melontarkan kritik terkait kebijakan Pemkot Pekanbaru yang telah menggusur pedagang jagung bakar purna MTQ, padahal sektor informal semacam ini sangat berkontribusi dalam memberi pemasukan retribusi dan penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, pendapat lain dilontarkan oleh dosen fakultas ekonomi Universitas Riau, Mardiono, yang menegaskan bahwa kemiskinan juga dipengaruhi oleh ruang bagi rakyat miskin untuk mengembangkan ekonominya.

Sedangkan pengamat masalah perkotaan, yaitu Edy Yunus, berusaha membagi kemiskinan menjadi dua jenis; kemiskinan struktural dan kultural. Kemiskinan kultural mengacu kepada pemahaman budaya yang salah, sementara struktural lebih melihat pada persoalan kebijakan ekonomi-politik.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut