NATO Dituding Serang Sekolah Dan Rakyat Sipil

Pemerintah Libya menuding pihak NATO telah menyerang sebuah sekolah teknik di Ibukota Libya, Tripoli, kemarin (2/6). Jumlah korban sipil belum diketahui.

Dalam pernyataannya, NATO mengaku menyerang sebuah sasaran di dekat ibukota semalam, termasuk pasukan tentara, dan telah meningkatan serangan bom terhadap bagian barat Tripoli.

Seorang jurubicara militer Libya, sekolah itu telah diduduki oleh pelajar, teknisi dan insinyur.

Sementara itu, menurut laporan surat-kabar pemberontak, Quryna Jadida, pasukan pemberontak telah dipaksa keluar dari kota  Bir al Ghanam, setelah mendapat serangan kuat dari pasukan dan loyalis Khadafi.

Sejak minggu lalu, pasukan pemberontak tidak berhasil mengusaia kota  Bir al Ghanam, dan berharap bantuan NATO berupa serangan udara dari pantai timur dan barat Libya.

Situasi Libya dalam tiga bulan terakhir semakin hancur akibat serangan pemberontak dan kepungan NATO. Setidaknya ribuan orang warga sipil dilaporkan tewas akibat ‘serangan berkedok kemanusiaan’ yang disponsori NATO.

Uni Afrika Tolak Tangkap Khadafi

Sebuah pertemuan puncak Uni-Afrika menolak seruan internasional untuk menangkap pemimpin revolusioner Libya, Muammar Khadafi.

Resolusi Uni-Afrika menyebutkan, pihaknya menyerukan solusi perdamaian di Libya dan menolak kerjasama untuk menangkap Khadafi, termasuk perintah Perintah Pengadilan Internasional (ICC).

Sebagai diketahu, baru-baru ini ICC mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Khadafi dan anaknya, Saif Al-Islam, karena tudingan keterlibatan keduanya dalam pembantian sipil.

Sementara itu, mantan presiden beraliran kiri Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyerukan gencatan senjata di Libya dan menuntut PBB untuk berani mengambil tindakan itu.

Berbicara di depan KTT ke-17 Uni-Afrika, mantan aktivis buruh ini mempertanyakan kenapa Amerika Latin dan Afrika tidak dimasukkan dalam Dewan Keamanan PBB.

“Sulit dipercaya bahwa Amerika Latin, dengan 400 juta penduduk, dan juga Afrika, dengan 53 negara, tidak memiliki perwakilan di Dewan Keamanan. Dan hanya lima negara yang memutuskan apa dan bagaimana melakukan sesuatu,” katanya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut