Pengurus SRMI Garut Terus Mendapatkan Intimidasi

Setelah kantornya diserbu preman pada hari Rabu (29/6) lalu, pengurus Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Garut terus mendapatkan intimidasi dan teror. Kali ini ancaman tidak hanya datang dari para preman, tetapi juga oleh aparat dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut Muhammad Aip, Ketua SRMI cabang Garut, sehari setelah penyerbuan terhadap kantornya, Ia dan masyarat dampingan melakukan audiensi di kantor desa Mangkurayat. Akan tetapi, ketika audiensi sedang berjalan, datang puluhan orang preman dan segelintir warga yang sudah menerima bantuan.

Adut mulut pun tak terhindarkan. Tiba-tiba beberapa tokoh masyarakat dan preman berusaha melempar kursi ke arah pengurus SRMI dan korban gempa yang sebagian besar adalah ibu-ibu. Mereka memaksa korban gempa yang belum menerima bantuan untuk diam saja dan tidak mengutak-atik data yang sudah dipegang Pemda.

Para tokoh masyarakat ini juga mengintimidasi agar para korban gempa tidak usah mengungkit-ungkit soal pemotongan dana bantuan gempa. Menurut informasi yang didapatkan SRMI, pemotongan dana gempa oleh oknum tertentu mencapai Rp 500.000 hingga Rp 3.000.000,-.

Sampai saat ini, para pengurus SRMI dan korban gempa masih terus mendapatkan intimidasi dari tokoh masyarakat dan aparat keamanan. “Kami meminta supaya pihak Kepolisian bisa berdiri untuk menjadi pengayom masyarakat. Jangan ikut-ikutan melakukan intimidasi kepada masyarakat,” ujar Aip.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut