“Nasib Perempuan Ada di Tangannya Sendiri…”

Ketua Umum Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini Minaria Christin Natalia mengatakan, meskipun sudah 73 tahun Indonesia merdeka, perempuan masih didera banyak persoalan, mulai dari kekerasan seksual, tingginya angka kematian ibu, human trafficking, hingga rendahnya partisipasi dalam politik.

“Nasib wanita tidak di dalam tangannya kaum laki-laki, nasib wanita tidak di tangan seribu dewa dari kayangan, nasib wanita adalah di dalam tangannya sendiri,” kata Minaria saat berpidato di pembukaan Kongres API Kartini, di Wisma PKBI, Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2018).

Namun demikian, Minaria melanjutkan, persoalan perempuan tidak bisa dipisahkan dengan persoalan yang dihadapi oleh rakyat sehari-hari. Karena itu, perjuangan perempuan tidak bisa dipisahkan dengan perjuangan rakyat.

“Perjuangan perempuan hanya akan bermakna bila kaum perempuan menyatukan diri dengan rakyat, sebab perempuan adalah rakyat itu sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, Minaria mengajak semua organisasi perempuan untuk bersatu dalam agenda besar memperjuangkan kesetaraan gender sekaligus kesejahteraan sosial.

Dia mengingatkan, penyatuan agenda perjuangan ini menemukan momentumnya di tahun 2018, karena ada momentum Pilkada dan perjuangan di ranah legislasi seperti perjuangan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dan penolakan RUU KUHP.

“Sebagai bagian dari pergerakan rakyat, penting juga bagi kaum perempuan untuk mendukung setiap tuntutan kesejahteraan sosial,” tegasnya.

Kongres I API Kartini berlangsung selama tiga hari, dari 8-10 Maret 2018, di Wisma PKBI. Kongres ini dihadiri oleh perwakilan aktivis API Kartini dari 20 Provinsi di Indonesia.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut