Momentum dan Seremoni di Bulan Mei

Bulan Mei masih sekitar dua minggu lagi, tapi persiapan-persiapan menyongsong bulan penuh momentum ini telah dimulai. Di negeri ini, setidaknya kita akan memperingati enam kejadian, yaitu, Hari Buruh Sedunia (tanggal 1 Mei), Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti (12 Mei), “kekerasan terencana dan sistematis” terhadap etnis Tionghoa (13-14 Mei), Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), dan hari kejatuhan Soeharto sebagai titik awal lahirnya pemerintahan reformasi (21 Mei). Pada hari-hari yang disebutkan itu, hampir selalu terjadi aksi massa, atau kegiatan terbuka, yang turut membawa tuntutan-tuntutan demokratik.

Tahun ini, di Jakarta, telah dimulai setidaknya dua konsolidasi, yaitu oleh serikat-serikat buruh untuk peringatan Hari Buruh Sedunia, dan konsolidasi pemuda dari berbagai organisasi pergerakan yang mempersiapkan Konggres Pemuda Pergerakan. Kedua konsolidasi tersebut mengandung rencana mobilisasi politik, khususnya untuk mendelegitimasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono, yang sekarang berperan sebagai “agen imperialisme modern”. Rencana-rencana lainnya pun agaknya sedang dipersiapkan oleh organisasi-organisasi pergerakan, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah, baik yang mengusung isu anti-imperialisme maupun isu-isu lainnya.

Kebebasan politik terbatas yang diraih membuat berbagai kegiatan peringatan dapat dilakukan atau dapat melibatkan banyak orang. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terdapat usaha untuk menjadikan hari-hari peringatan dalam bulan Mei sebagai momentum yang berkelanjutan. Diharapkan, dari momentum yang berkelanjutan tersebut akan terjadi akumulasi peserta yang terlibat langsung dan aktif, sampai kemudian semuanya bertemu di satu titik ruang dan waktu. Di ruang bersama itu, dalam bayangan atau harapan, akan dimungkinkan suatu pembahasan tentang persoalan Rakyat Indonesia secara menyeluruh, dan membahas “rencana revolusioner” untuk menciptakan tatanan sosial yang lebih adil.

Namun, pengkondisian situasi demikian tidaklah mudah. Dalam pengalaman empirik, tiap-tiap peringatan telah mengambil segmentasi isu dan peserta sendiri-sendiri, yang tampak seperti fragmen-fragmen terpisah dalam rangkaian kisah sejarah bertajuk “Bulan Perlawanan”. Sebagian besar di antara fragmen tersebut sekadar menjadi acara seremonial, karena memang hanya diprogramkan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu sesuai anggaran yang tersedia. Sementara sebagian lain yang mengupayakan terjadinya momentum yang berkelanjutan, ternyata tidak memiliki energi yang memadai untuk mewujudkan harapannya. Sehingga begitu selesai momentum, selesai juga niat untuk melanjutkan konsolidasi atau rencana kerja bersama.

Sejalan dengan itu, seperti pada berbagai momentum lainnya, penting terus diingat kepentingan politik pemerintahan berkuasa dalam momentum bulan ini. Pemerintah tentu saja mempunyai kepanjangan tangan (resmi maupun tidak resmi) di tengah-tengah massa, dan terutama media massa-media massa, untuk mengangkat kegiatan terpisah dengan topik sendiri pada tiap-tiap atau keseluruhan momentum. Kurang lebih serupa mobil penghalau milik polisi yang menyetel musik dangdutan dengan suara banter, di sekitar massa aksi yang sedang antusias ataupun ogah-ogahan menyimak orasi.

Berbagai momentum di bulan Mei mendatang penting untuk dimanfaatkan, khususnya untuk mengkomunikasikan secara mendalam berbagai persoalan obyektif disertai solusi-solusinya. Karena persoalan imperialisme telah membawa dampak yang sedemikian besar dan kompleks tidak mungkin teratasi, tanpa semangat musyawarah dan Gotong Royong dari seluruh kekuatan Rakyat yang bergerak dan atau berlawan. Tentunya kita tidak secara ideal mengharapkan adanya perubahan yang langsung terjadi terhadap kehidupan Rakyat dari momentum yang sebenarnya relatif singkat ini. Juga kita tidak sedang ingin meramal-ramal peristiwa besar apakah yang akan berlangsung pada bulan Mei nanti. Tapi momentum ini dapat dijadikan permulaan untuk melihat potensi lahirnya rumusan kerja bersama yang lebih sistematis dan berjangka panjang bagi seluruh kekuatan yang berlawan.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: