Meski Kaya Migas, Desa Pranti Tetap Tertinggal

Kandanghaur

Meski punya kekayaan minyak dan gas (migas) yang melimpah, tetapi bukan jaminan untuk makmur. Begitulah yang dialami oleh warga desa Pranti, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Hari Sabtu (12/9) lalu, Kuwu Desa Pranti Bambang Eko Purnomo dan sejumlah warganya bertandang ke kantor Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW PRD) Jawa Barat di jalan Wayang nomor 8 kota Bandung.

Namun, tidak sekedar bertandang, Kepala Desa Pranti itu juga bermaksud mengadukan kondisi desanya. Bambang mengungkapkan, kendati desanya kaya dengan migas, bahkan sekarang sudah digarap oleh Pertamina, tetapi infrastruktur desanya tetap buruk.

“Infrastruktur jalan desa masih rusak, padahal itu dipergunakan oleh Pertamina. Ini menyulitkan transportasi orang yang ingin keluar atau masuk desa,” katanya.

Disamping itu, kata Bambang, aktivitas pertamina di desanya menyebabkan tanah menjadi kering dan kekurangan air. Akibatnya, banyak petani yang kesulitan untuk bercocok tanam.

Bambang berharap, pihak Pertamina bisa berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur dan perbaikan kesejahteraan warga di desanya. Sayangnya, harapan tersebut tidak pernah terwujud hingga hari ini.

“Kami tidak menolak keberadaan Pertamina, tetapi tolong perhatikan juga nasib warga desa,” tegasnya.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan harapan ini kepada Pertamina dan pemerintah setempat. Akan tetapi, permintaan itu tidak kunjung diperhatikan hingga sekarang.

Karena itu, Bambang pun memilih mengadukan persoalan desanya kepada PRD. Dia berharap, partai berlambang bintang gerigi ini bisa membantu memperjuangkan kepentingan rakyat desa Pranti.

Menanggapi hal itu, Ketua KPW PRD Jawa Barat Arham Tawarrang mengatakan, setiap perusahaan yang menjalankan aktivitas ekonomi di sebuah daerah seharusnya bisa membawa manfaaat sosial bagi warga di sekitarnya.

“Kalau merujuk ke pasal 33 UUD 1945, setiap eksploitasi sumber daya alam seharusnya membawa manfaat bagi rakyat. Termasuk untuk warga sekitar penambangan,” terangnya.

Arham mengungkapkan, manfaat sosial yang seharusnya diberikan Pertamina kepada warga desa Pranti berupa perbaikan infrastruktur desa, seperti jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Dia pun menyatakan kesiapan PRD Jabar untuk membantu memperjuangkan hak-hak warga desa Pranti. Namun, sebelum mengambil langkah, pengurus PRD Jabar akan turun langsung ke lapangan untuk melihat keadaan.

Iwan Chandra

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut