Mahasiswa Unhas Serukan Nasionalisasi Perusahaan Migas Asing

Dua ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Rabu (14/3/2012). Mereka menggelar aksinya di depan kampus, yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea.

Aksi pertama digelar oleh massa aksi dari Forum BEM Unhas. Massa aksi membakar ban dan memblokir sebagian jalan Perintis Kemerdekaan. Dalam aksinya, BEM Unhas menyerukan nasionalisasi terhadap perusahaan migas asing.

Tidak lama kemudian, bergabung pula massa aksi dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Komisaritas Unhas. LMND Komisaritas Unhas juga menyuarakan tuntutan yang senada dengan Forum BEM Unhas.

Selain seruan nasionalisasi perusahaan migas asing, massa aksi juga menuntut pengembalian kedaulatan energi. “Kebijakan energi kita tidak seharusnya tunduk kepada kepentingan asing,” demikian diserukan seorang orator.

Menurut BEM Unhas, sejak tahun 2004 lalu, sejumlah perusahaan migas swasta sudah antre menunggu ijin bermain di sektor hilir. Beberapa di antaranya adalah perusahaan minyak raksasa dunia;  British Petrolium (AS-Inggris), Shell (Belanda), Petro China (Cina), Petronas (Malaysia), dan Chevron-Texaco (AS).

“Kenaikan harga BBM adalah prakondisi menuju liberalisasi migas di sektor hilir,” kata massa aksi.

Sementara itu, Ketua LMND Komisaritas Unhas, Adi, menyerukan agar pengelolaan energi kembali pada semangat pasal 33 UUD 1945. Di situ, kata Adi, prinsip utama pengelolaan energi haruslah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Selain menggelar orasi politik, massa aksi Forum BEM Unhas dan LMND ini juga membacakan puisi-puisi perlawanan.

Sementara itu, di sejumlah titik di kota Makassar, berbagai organisasi mahasiswa juga menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksinya di kantor Pertamina Sulsel.

Sementara itu, sejumlah organisasi mahasiswa juga menggelar aksi di dekat Fly-over Makassar dan dekat monumen Mandala.

Mendekati hari pengumuman kenaikan harga BBM, situasi kota Makassar makin diwarnai aksi massa menolak kenaikan harga BBM. Berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok pergerakan sudah bertekad akan melakukan perlawanan habis-habisan.

QADLIE F SULAIMAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut