Mahasiswa UKIP Makassar Tolak Kenaikan Harga BBM

Sekitar 70-an mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus menggelar aksi massa di jalan Perintis Kemerdekaan 13 Makassar, Rabu (21/3/2012). Mereka menganggap alasan rezim SBY menaikkan harga BBM tidak masuk akal.

“Kalau alasannya defisit APBN, lantas kenapa subsidi rakyat yang harus dicabut. Kenapa tidak melakukan moratorium pembayaran utang luar negeri. Atau, kenapa tidak mengurangi anggaran belanja rutin pejabat negara,” kata Jens Marewa, salah seorang mahasiswa UKIP, saat menyampaikan orasi.

Selain itu, kata Jens, kenaikan harga BBM juga tidak terlepas dari kebijakan energi pemerintah yang berorientasi kolonial. Kekayaan energi nasional bukannya dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk menjadi lahan subur bagi korporasi asing untuk meraup untung.

Jens mengungkapkan, sebagian besar ladang migas Indonesia sudah dikuasai oleh pihak asing. “Pihak asing sudah mengontrol produksi migas kita. Akibatnya, kita tidak berdaulat dalam mengelola energi,” tegasnya.

Aksi mahasiswa UKIP ini melibatkan dua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi. Selain melakukan orasi politik secara bergantian, mahasiswa juga membacakan puisi-puisi perjuangan.

Meski diguyur hujan, para mahasiswa tetap bersemangat melakukan aksi. Bahkan aksi ini sempat ricuh karena Polisi ingin membubarkan aksi damai mahasiswa. Aksi ini bubar menjelang sore hari.

ARHAM T

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut