Pemogokan Besar Guncang Eropa

mogok Spanyol

Gerakan buruh Eropa kembali menorehkan sejarah baru. Jutaan buruh berpartisipasi dalam aksi mogok serentak di sejumlah negara Eropa, seperti Spanyol, Portugal, Yunani, Belgia, Italia, Perancis, Malta, Jerman, Inggris dan lain-lain.

Seruan pemogokan ini dilancarkan oleh Konfederasi Serikat Buruh Eropa (ETUC). Diperkirakan 40-an serikat buruh dari 23 negara berpartisipasi dalam aksi pemogokan berskala luas ini. Aksi pemogokan ini mengambil slogan “For Jobs and Solidarity in Europe, No To Austerity”.

Di Spanyol, para aktivis dan serikat pekerja menggelar aksi massa di luar gedung parlemen sejak malam hari. Serikat buruh mengklaim 78% anggota mereka bergabung dalam pemogokan.

Sejumlah layanan publik, seperti transportasi, pelabuhan, penerbangan, dan sekolah, berhenti memberikan pelayanan. Layanan rumah sakit juga tidak berjalan maksimum karena 90% staff rumah sakit bergabung dalam pemogokan.

Aksi mogok ini pun diwarnai bentrokan. Bentrokan pertama terjadi saat sejumlah kaum buruh berusaha menghentikan bus yang berangkat dari kota Madrid. Polisi menggunakan tembakan peluru karet untuk membubarkan massa kaum buruh.

Massa buruh juga berkumpul di luar gedung parlemen Spanyol sejak malam hari. Bentrokan juga terjadi di tempat ini. Polisi menangkap sejumlah demonstran, termasuk seorang lelaki dan perempuan, yang dituding membawa bahan peledak.

Bentrokan juga terjadi saat buruh berkumpul di lapangan Puerta del Sol. Polisi berusaha membubarkan massa aksi. Bentrokan pun menyebar ke sejumlah tempat di Madrid. Reuter melaporkan, banyak peserta aksi yang ditangkap dan puluhan lainnya ditangkap.

Laporan Russian Today mengungkapkan, sebanyak 142 aktivis ditangkap di seluruh Spanyol selama sehari dan 72 lainnya terluka. “Kami telah memulai sebuah hari cukup bersejarah dalam gerakan buruh di Eropa,” kata Ignacio Fernandez Toxo, pimpinan serikat buruh terbesar negeri itu, CCOO.

Menjelang malam hari, jumlah peserta aksi massa makin membludak. Sebagian besar mereka meneriakkan slogan “keadilan”. Lapangan Colombus di Madrid dibanjiri oleh massa aksi yang berjumlah ratusan ribu.

Di Portugal, pemogokan total juga terjadi. Sebanyak 40 kota di Portugal terguncang oleh pemogokan ini. Sebanyak 160 penerbangan dibatalkan. Layanan Lisbon Metro terhenti sama sekali. Dan hanya 20% layanan kereta api yang masih berjalan.

Serikat buruh mengklaim 50% buruh di sektor publik bergabung dalam aksi pemogokan ini. Sebagian besar aksi massa terkonsentrasi di depan gedung parlemen, tempat dimana anggota parlemen sedang berdebat soal anggaran 2013.

Namun, sebuah tayangan dari SkyNews memperlihatkan, bentrokan juga mewarnai aksi pemogokan buruh di Lisbon, Portugal. Reuter melaporkan, sejumlah massa aksi melempari petugas dengan batu di depan gedung parlemen.

Di Italia, aksi mogok besar-besaran juga berlangsung, yang disokong oleh kaum pekerja dan mahasiswa. Serikat buruh terbesar di Italia, CGIL, menyerukan kepada anggotanya untuk menghentikan total pekerjaan mereka selama empat jam. Akibatnya, aktivitas transportasi dan pengiriman barang nyaris tak berjalan sama sekali.

Aksi besar-besaran berlangsung di Roma, Turin, Milan, Bologna, Pisa, Palermo, Genoa, Naples, Brescia, dan lain-lain. Di Roma, puluhan ribu demonstran bentrok dengan polisi anti-huru hara. Di Naples dan Brescia, kaum buruh menguasai rel kereta api. Di Genoa, pintu masuk pelabuhan dikuasai kaum buruh. Di Pisa, menara miring sempat dikuasai massa aksi dan mengibarkan bendera di atasnya.

Di Yunani, negeri yang paling menderita akibat krisis, serikat buruh juga menyerukan berhenti bekerja selama tiga jam. Kaum buruh juga menggelar aksi massa di Ibukota Yunani, Athena. Jumlah mereka mencapai puluhan ribu.

Di Brussel, Belgia, massa kaum buruh berkumpul di luar kantor Komisi Eropa. Mereka tak henti-hentinya meneriakkan “Kami ingin Eropa yang lain”. Para pekerja kereta api, yang menjadi bagian penting pemogokan, memblokir jalur rel kereta api. Akibatnya, aktivita kereta api di negeri ini terganggu.

Aksi massa juga berlangsung di Perancis. Sekalipun tidak seruan umum untuk mogok secara resmi, tetapi aksi massa tetap berlangsung di berbagai tempat. Di Inggris, kaum buruh berkumpul di Westminster. Di Jerman, massa kaum buruh berkumpul di Brandenburg Gate.

Rakyat di Eropa, terutama yang berada di pinggiran, telah mengalami penurunan kesejahteraan secara signifikan akibat krisis. Kaum buruh di Yunani merasakan upahnya dipotong 30-40% upahnya dipotong. Tak hanya itu, 15% pekerjaan di sektor publik dikurangi dan usian pensiun ditunda empat tahun.

Di Portugal, upah pekerja di pemerintahan dikurangi dan uang pensiun dikurangi. Ratusan ribu pekerjaan hilang. Lalu, reformasi ketenaga-kerjaan telah mengurangi pesangon, liburan, tunjangan pengangguran, dan uang lembur.

Sedangkan pemerintah Italia telah menaikkan pajak penghasilan dari 21% menjadi 23%, menaikkan usia pensiun menjadi 66 tahun. Aset-aset publik makin banyak diprivatisasi oleh pemerintahan neoliberal Mario Monti.

Di Spanyol, pekerja juga sangat menderita akibat kebijakan yang diintrodusir oleh Troika (IMF, Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa): pemotongan gaji, PHK massal, penundaan usia pensiun, pemotongan uang pensiun, kenaikan biaya pendidikan, pemotongan anggaran sosial, dan lain-lain.

Raymond SamuelKontributor Berdikari Online

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut