Mahasiswa Tuban Tolak Kenaikan Harga BBM

Sejumlah organisasi mahasiswa di Tuban, Jawa Timur, menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM, Jumat (16/3/2012). Mereka memusatkan aksinya di kantor DPRD kota Tuban.

Di bawah payung aliansi “Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SEMUR)”, massa memulai aksinya dari jalan Sunan Kalijaga. Organisasi mahasiswa yang bergabung, antara lain, LMND, GMNI, HMI, PMII, IMM, dan BEM STITMA Tuban.

Dalam perjalanan menuju kantor DPRD, massa aksi sempat berbaring di tengah jalan jalur Pantura Tuban. “Kenaikan harga BBM akan menambah kesulitan ekonomi rakyat,” kata Hendrik, aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Di mata Hendrik, dengan menaikkan harga BBM, SBY lebih mementingkan kepentingan korporasi asing. “Sedangkan kepentingan rakyat banyak, yang sebetulnya dijamin oleh konstitusi, justru diabaikan,” katanya.

Ia menganggap rejim SBY sangat patuh pada agenda neoliberalisme. Kenaikan harga BBM, menurut Hendrik, adalah bagian dari agenda neoliberal di Indonesia. “Kaum neoliberal tidak akan puas sebelum seluruh kekayaan alam dan sektor ekonomi nasional bisa dikuasai dan dikurasnya,” ujarnya.

Saat tiba di kantor DPRD, massa aksi sempat dibuat kecewa oleh sikap anggota DPRD yang enggan keluar menemui massa aksi. Akibatnya, kericuhan pun terjadi. Massa akhirnya memaksa sejumlah anggota DPRD keluar menemui massa aksi.

Dua anggota DPR, Sunoto (PDIP) dan Imron Khudori (PKB), keluar menemui massa aksi. Keduanya akhirnya menyetujui menyatakan menolak kenaikan harga BBM. Tidak hanya itu, kedua anggota DPR ini juga sempat diboyong mahasiswa ke jalanan untuk menyuarakan protes kenaikan harga BBM.

HERMAWAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut