Mahasiswa Palembang Anggap SBY-Budiono Gagal

Puluhan mahasiswa Palembang, Sumatera Selatan, menggelar aksi massa di Bundaran Masjid Agung Palembang, Kamis, 20 Oktober 2011. Aksi itu bertepatan dengan dua tahun pemerintahan SBY-Budiono.

Dalam pernyataannya, mahasiswa menganggap rejim SBY-Budino terbukti gagal menjalankan amanat penderitaan rakyat. “Dalam tujuh tahun terakhir, bangsa Indonesia benar-benar terpuruk dalam segala bidang,” kata Fuad Kurniawan, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Bagi Fuad, penyebab utama kegagalan SBY-Budiono adalah kepatuhannya menjalankan agenda neoliberal. “SBY begitu patuh menjalankan resep neoliberal. Hampir semua kegiatan ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar.”

Dampak yang dirasakan bangsa Indonesia akibat penerapan kebijakan neoliberal itu berupa pengusaaan asing terhadap kekayaan alam nasional. Diantaranya: 90% sektor migas dikuasai asing, 60% perbankan, dan sektor strategis lainnya.

Akibat lainnya, ungkap Fuad, adalah kehancuran sektor pertanian Indonesia. “Pemerintah membebaskan impor pangan dari luar. Akibatnya produksi petani di dalam negeri kehilangan pasarnya. Lalu, pemerintah juga menghapuskan subsidi pertanian.”

Fuad menganggap SBY sudah melenceng dari konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945, yang justru sangat menolak ekonomi liberalisme. Ia menganggap penyelewengan ini merupakan alasan kuat untuk menggantikan rejim SBY-Budiono saat ini.

Hampir senada dengan Fuad, Efnihadiyansah, Ketua GMNI kota Palembang, juga menganggap SBY lebih tunduk kepada imperialis ketimbang menjalankan amanat UUD 1945. “Ini jelas-jelas penghianatan terhadap kepentingan nasional dan seluruh rakyat,” ujarnya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Andreas Kusumajaya

    TIME TO MAKE REVOLUTION! DO IT OR LEAVE IT!