Alif Kamal: Kongres VIII PRD Akan Digelar Secara Terbuka

Partai Rakyat Demokratik (PRD) berencana menghelat kongresnya yang VIII pada akhir Maret ini. Nah, berbeda dengan kongres-kongres sebelumnya yang diselenggarakan secara tertutup, kongres PRD kali ini akan dibuat terbuka.

Kongres ini direncanakan akan dihelat di Jakarta pada tanggal 24-26 Maret mendatang. Seperti apa gambaran kongres tersebut dan sudah seberapa jauh penyiapannya, Mahesa Danu dari Berdikari Online sudah mewancarai Ketua Panitia Kongres ke-VIII PRD, Alif Kamal. Berikut petikan wawancaranya:

Seperti apa gambaran pelaksanaan Kongres VIII PRD mendatang?

Kongres kali ini menjadi sejarah baru bagi PRD. Sejak PRD dideklarasikan tahun 1996, untuk pertama kalinya kongres PRD akan diselenggarakan secara terbuka. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan dari mantan pengurus dan anggota PRD. Sebab, selama ini forum-forum internal partai, seperti Kongres dan Presidium Nasional, diseleggarakan secara tertutup.

Pada kongres PRD VII tahun 2010 lalu, PRD berganti azas dari Sosial Demokrasi Kerakyatan (Sosdemkra) menjadi Pancasila. Banyak yang salah kaprah dengan pergantian azas ini. Dikiranya hanya taktik belaka. Padahal, perubahan azas ini merupakan buah perdebatan ideologis di tubuh PRD. Dan perlu diketahui, perjuangan PRD mengembalikan Pancasila sebagai azas berbangsa dan bernegara bukanlah main-main. Tentu saja Pancasila sesuai dengan ajaran bapak pendiri bangsa kita, Bung Karno.

Di lapangan organisasi, PRD juga berubah dari partai tertutup menjadi partai terbuka. Ini juga berbasiskan pada pembacaan situasi objektif. Bagi kami, sudah saatnya PRD muncul terbuka di hadapan massa rakyat, tanpa keragu-raguan. Sekarang kami menganjurkan setiap anggota kami mengibarkan bendera dan panji-panji PRD di pemukiman masing-masing.

Karena itu, Kongres PRD kali ini pun dibuat terbuka. Selain sebagai arena konsolidasi secara ideologi, politik, dan organisasi, juga menjadi ruang kampanye politik partai secara terbuka tentang garis politik dan arah perjuangan kedepan.

Sudah sejauh mana persiapan teknis dan non-teknis menuju kongres tersebut?

Hal ini yang selalu menjadi faktor klasik setiap PRD menggelar “hajatan” besar. Selama ini PRD selalu menyandarkan soal pembiayaan acaranya pada kekuatan atau swadaya dari kader, anggota dan simpatisan. Maka kesiapan teknis dan non teknis kadang menjadi persoalan besar. Panitia Pelaksana dan Pengurus KPP PRD tengah berupaya maksimal untuk bersama-sama menyelesikan persoalan ini. Secara keseluruhan, kesiapan panitia sudah pada tahap 70%. Kesiapan panitia ini juga dikarenakan ada sebuah semangat baru, baik dari panitia maupun Pengurus KPP-PRD, untuk menyelenggarakan kongres ini dengan sebaik-baiknya, mengingat untuk pertama kalinya kongres ini diselenggarakan secara terbuka.

Bisa dijelaskan tahapan-tahapan penting menuju Kongres PRD VIII tersebut?

Dalam mempersiapkan acara seperti kongres, PRD sangat berbeda dengan partai-partai yang lain. Kalau partai lain mempersiapkan kongresnya atau munas dengan gonjang-ganjing siapa yang akan menjadi ketua umum, maka PRD dalam mempersiapkan kongresnya justru berkonsentrasi pada konsolidasi ideologi, politik, dan organisasi.

Untuk soal materi Kongres, Sterring Committe (SC) telah menyelesaikan materi pengantar dan diskusi untuk kongres. Materi itu kini didiskusikan dan diperdebatkan oleh seluruh kader dan anggota partai di semua badan partai dari nasional hingga ke komite basis. Ada banyak gagasan baru yang bergulir. Diantaranya: Republik Keempat!

Untuk kesiapan teknis, kepanitiaan sudah bekerja sekitar 3 bulan terakhir. Kepanitiaan juga telah melakukan registrasi untuk kepesertaaan kongres. Untuk pemberangkatan peserta dari berbagai wilayah ke Jakarta, tempat pelaksaan kongres, tiap pimpinan wilayah (KPW-PRD) sudah mengistruksikan jajaran partai di bawahnya untuk menabung. Dana itulah yang nanti dipakai untuk berangkat kongres.

Apa yang berbeda dari Kongres PRD kali ini dengan kongres PRD sebelumnya?

Saya kira, hal yang cukup berbeda dalam kongres kali ini dibanding kongres sebelumnya adalah prinsip pelaksanaan kongres secara terbuka. Kami akan mengundang banyak pihak, dari tokoh politik, pejabat negara, akademisi, media massa, tokoh agama, gerakan sosial, dan lain-lain, untuk menghadiri acara pembukaan Kongres. Ini tidak lepas dari arah politik PRD untuk membangun persatuan nasional seluas-seluasnya dalam kerangka melawan imperialisme.

Ketua Umum PRD, bung Agus Jabo Priyono, akan menyampaikan pidato tentang keadaan objektif bangsa Indonesia saat ini dan jalan keluarnya.

Sejauh mana respon kader, anggota, dan simpatisan PRD merespon pelaksanaan kongres tersebut?

Keputusan untuk menyelenggarakan kongres secara terbuka ini diputuskan pada saat Presidium Nasional ke VI awal Desember 2014. Keputusan terkait pelaksanaan kongres secara terbuka disambut antusias oleh seluruh kader dan anggota diseluruh tingkatan partai. Kesiapan peserta dari daerah-daerah untuk hadir diarena kongres bahkan melebihi kuota yang telah ditargetkan oleh panitia nasional. Terkhusus untuk dari daerah Jawa, bahkan telah mempersiapkan tiket keberangkatan jauh hari sebelum kongres dilaksanakan. Sementara laporan kawan-kawan pimpinan wilayah dari Sumatera akan memobilisasi ratusan orang untuk hadir dalam kongres kali ini. Begitupun dari daerah-daerah di Sulawesi, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua.

Adakah target organisasional dan politik yang hendak dicapai PRD melalui kongres ini?

Sudah pasti akan ada target secara organisasional dan politik. Forum kongres merupakan forum tertinggi bagi PRD untuk mengevaluasi lima tahun perjalanan partai, melakukan penilaian terhadap situasi sekarang, dan memutuskan langkah perjuangan kedepan.

Secara internal, kongres ini bermakna sebagai ruang untuk mengkonsolidasikan Partai secara Ideologi, Politik, dan Organisasi. Sedangkan secara eksternal, kongres ini akan dimanfaatkan untuk mengkonsolidasikan kekuatan politik pro-kepentingan nasional sekaligus dimanfaatkan sebagai panggung kampanye politik Partai.

Kelompok politik mana saja yang akan diundang oleh PRD untuk menghadiri kongres ini?

Semua kelompok politik dan pergerakan akan diundang. Mengaca pada hasil Pilpres 2014, dimana terjadi pembelahan ke dalam dua kubu, yakni KMP dan KIH. Perwakilan kedua kubu itu akan diundang di pembukaan Kongres PRD. PRD juga mengundang pejabat pemerintah, petinggi TNI/Polri, tokoh politik, akademisi, dan lain-lain. nanti. Semua pihak harus “duduk bersama dan berdiri sama tinggi” membicarakan persoalan bangsa ini. Kami ingin semua kekuatan politik menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan sempit kelompoknya.***

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut