Mahasiswa Menuntut Sistim UKT Dicabut

Pendidikan.jpg

Pemberlakuan Sistim Uang Kuliah Tunggal (UKT) sangat memberatkan mahasiswa, terutama dari kalangan keluarga miskin. Tak hanya itu, sistim UKT telah membuka celah bagi komersialisasi pendidikan.

Hal di atas terungkap dalam diskusi bertajuk “Uang Kuliah Tunggal Persulit Perguruan Tinggi dan Mahasiswa” di kampus Universitas Lampung (Unila), pada Jumat (19/9/2014). Diskusi ini digelar atas kerjasama antara Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Univeristas Lampung (BEM U KBM Unila).

Bambang Irawan, salah seorang pengurus BEM U KBM Unila, menilai UKT sebagai persoalan yang memberatkan mahasiswa dalam menunjang masa studi mereka di Perguruan Tinggi.

“Apalagi sekarang ada SK dikti yang mewajibkan standar masa studi cuma 5 tahun tak ada celah bagi mahasiswa untuk nyambi bekerja memenuhi biaya kuliah yang membengkak karena UKT,” bebernya.

Sementara Ketua LMND Bandar Lampung, Rismayanti, menegaskan bahwa prinsip UKT adalah bentuk pemberlakuan komersialisasi pendidikan. Menurutnya, dengan pemberlakuan UKT, pemerintah mulai lepas tangan dalam soal pembiayaan pendidikan.

Karena itu, Risma mengajak semua elemen pergerakan mahasiswa untuk menuntut pemerintahan baru segera mencabut sistim UKT ini. Ia juga mendesak massa mahasiswa untuk berani menuntut transparansi mengenai UKT ini.

“Hal ini jelas bertentangan dengan amanat UUD’45 pasal 34 ayat 1 yang berbunyi fakir miskin dan anak terlantar wajib dipelihara negara,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden BEM U KBM Unila Ahmad Khairuddin Syam mengatakan, Unila merupakan salah satu kampus negeri yang sistem UKT-nya bermasalah saat ini karena adanya penggolongan yang tak sesuai dengan transparansi dan fasilitas yang ada.

“Sepatutnya Rektorat mampu menjawab transparansi anggaran UKT ini agar semua prasangka buruk tentang UKT bisa dibantahkan lewat bukti nyata kerja birokrasi kampus karena memang pendidikan berkualitas itu butuh biaya mahal,” jelasnya.

Saddam Cahyo

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut