Puluhan Ribu Petani SPI se-Indonesia Serentak Akan Peringati Hari Tani Nasional

Tani.jpgPada tanggal 24 September tiap tahunnya diperingati dengan suka cita oleh kaum tani Indonesia. Inilah harinya petani Indonesia, hari itu ditetapkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria (yang dikenal dengan Undang-Undang Pokok Agraria-UUPA) yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani, mengatur hak atas tanah, hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran petani dan bangsa. Kelahiran UUPA inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional (HTN). Penetapannya berdasarkan Keputusan Presiden Soekarno No. 169/1963, menandakan bagaimana pentingnya peran dan posisi petani sebagai tulang punggung bangsa.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan, bahwa tema peringatan HTN 2014 ini adalah “Melaksanakan Kedaulatan Pangan dan Pembaruan Agraria untuk Kemandirian Bangsa”. Oleh karena itu Henry menambahkan, untuk memperingati “hari rayanya kaum tani” ini, SPI akan melakukan berbagai kegiatan mulai dari aksi demonstrasi, rapat umum, diskusi, doa bersama, panen bersama, dan lainnya yang tersebar di provinsi-provinsi se-Indonesia.

“Peringatan HTN akan dilaksanakan di ibukota provinsi atau kabupaten, di Jakarta sendiri SPI akan melakukan aksi bersama dengan puluhan lembaga dan ormas tani lainnya. Oleh karena itu melalui kegiatan peringatan HTN ini kami mengajak segenap elemen bangsa untuk melaksanakan kedaulatan pangan dan pembaruan agraria sebagaimana dijanjikan oleh presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla,” kata Henry di Jakarta siang ini (23/09).

Henry menjelaskan, kaum tani adalah penjaga kedaulatan pangan di nusantara ini. Oleh karena itu memperingati HTN ini menjadi kewajiban bagi setiap petani, aktivis tani, dan setiap elemen bangsa ini.

Sementara itu menurut Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Utara (Sumut) Zubaidah, untuk memperingati HTN, besok SPI Sumut akan melakukan aksi dengan mengerahkan 5000-an massa petani di Medan. Massa aksi berasal dari 10 kabupaten-kota di Sumut.

“Kami akan melakukan long march dari lapangan Merdeka di Medan menuju kantor DPRD Sumut. Selanjutnya kami akan menuju kantor Polda (Kepolisian Daerah) Sumut di Tanjung Morawa dengan menaiki bis, disana kami akan berorasi mendesak pihak kepolisian agar lebih berpihak kepada petani, karena selama ini mereka jarang merespons dan tidak menindaklanjuti laporan-laporan petani yang mengalami intimidasi dan kekerasan di lahannya,” paparnya.

Dari Surabaya, Syaiful Zuhry, Ketua BPW SPI Jawa Timur (Jatim) mengemukakan, SPI Jatim juga akan melakukan aksi untuk memperingati perayaan HTN.

“Besok, SPI Jatim bersama teman-teman ormas tani lainnya dan mahasiswa akan memusatkan aksi di Taman Gubernur Suryo di Surabaya, berharap penegakan pembaruan agraria dan kedaulatan pangan untuk kemandirian petani di Jawa Timur,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Martinus Sinani, Ketua BPW SPI Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyampaikan, SPI Manggarai akan melakukan longmarch menuju kantor Bupati Manggarai di Ruteng.

“Besok bersama teman-teman mahasiswa, 500-an petani SPI NTT akan mendesak Pemda untuk melahirkan kebijakan dan Perda di tingkat daerah yang berpihak kepada petani kecil dan memastikan NTT berdaulat pangan, seperti turunan dari UU No. 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan, UU No. 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani,”  jelasnya.

Hadiedi Prasaja

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut