Mahasiswa Lampung Bangun Posko Tolak Kenaikan Harga BBM

LAMPUNG (BO): Dalam rangka menggalang perlawanan rakyat secara luas, aktivis Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lampung (GMPL) membangun posko tolak kenaikan harga BBM. Posko itu berdiri di dua tempat, yaitu di Bundaran Air Mancur Universitas Lampung dan pintu masuk Kampus IAIN Raden Intan Bandar Lampung.

Posko ini sudah berdiri sejak hari Senin (19/3/2012) dan direncanakan berlangsung selama tiga hari. Rencananya, pada hari terakhir, 22 Maret 2012, posko ini akan mengggelar aksi besar-besaran.

“Posko ini akan menggalang dukungan dan mengajak seluruh warga kampus untuk bersama menolak kenaikan harga BBM dan TDL,” kata koordinator aksi, Raja, yang juga anggota Front Mahasiswa Nasional (FMN), di Bandar Lampung (20/3/2012).

Sejauh ini, aktivitas posko adalah menggalang tanda-tangan untuk penolakan kenaikan harga BBM dan TDL. Selain itu, posko juga membuka ruang kepada masyarakat luas untuk diskusi melingkar membahas dampak kenaikan harga BBM.

Sejumlah aktivis juga terlihat melakukan orasi-orasi politik. Sementara sejumlah mahasiswa lainnya membagi-bagikan selebaran.

Menurut Ketua LMND Lampung, Isnan Subkhi, SBY seharusnya insyaf setelah tiga kali menaikkan harga BBM dan kebijakan itu sangat menjepit kehidupan rakyat.

“Ini malah merajut dan membuat kita dengan dana kompensasi BBM. Jelas, itu bukan solusi atas dampak kenaikan harga BBM yang dirasakan rakyat,” kata Isnan.

GMPL merupakan gabungan puluhan organisasi mahasiswa dan gerakan rakyat di Lampung, seperti PMKRI, GMKI, LMND, FMN, HMI, PMII, LMND, SRMI, SMI, GMKI, dan GMNI.

SADDAM CAHYO | TOGAR HARAHAP

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut