Ampera Anggap Kenaikan Harga BBM Langgar Konstitusi

MALUKU UTARA (BO): Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) menggelar aksi massa di kantor DPRD Maluku Utara, Selasa (20/3/2012). Mereka menganggap kenaikan harga BBM telah melanggar konstitusi.

“Kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat. Ini berarti pengelolaan energi BBM kita sudah melenceng dari amanat konstitusi, yaitu memakmurkan rakyat,” ujar seorang orator aksi, Agus Muhama.

Agus Muhama, yang juga sekretaris LMND Maluku Utara, mengatakan, pengelolaan energi di Indonesia mestinya mengacu pada pasal 33 UUD 1945. Tetapi, pada kenyataannya, rezim SBY justru menyerahkan kontrol dan penguasaan migas kepada korporasi asing.

Selain itu, Agus juga menyoroti dampak kenaikan harga BBM terhadap kehidupan rakyat, khususnya kenaikan harga sembako. Katanya, harga BBM di Maluku Utara sudah merangkak naik dalam beberapa hari terakhir.

“Awalnya  harga BBM bersubsidi itu Rp 4.500, tetapi sekarang sudah mencapai Rp. 6.000. Sedangkan harga eceran menjadi Rp.7.000,” katanya.

Dengan demikian, kata Agus, harga kebutuhan pokok pun akan segera mengikuti. Sedangkan pendapatan rakyat tidak pernah naik. “Daya beli rakyat terus merosot akibat neoliberalisme,” ungkapnya.

Aksi massa Ampera ini diterima oleh seorang anggota DPRD Malut, Ilham Bailusy. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi massa aksi kepada pemerintah pusat.

Aksi massa ini merupakan gabungan dari LMND, PRD, SRMI, FOKATI. Ampera berencana membangun posko tolak kenaikan harga BBM mulai tanggal 21 Maret 2012. Posko itu akan menjadi sarana menggalang kekuatan menolak kenaikan harga BBM.

LEO RANGGA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut