Mahasiswa Palembang Menolak Kenaikan Harga BBM

PALEMBANG (BO): Rencana pemerintah akan menaikkan harga BBM April nanti menuai banyak protes. Di Palembang, Sumatera Selatan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Palembang untuk Kedaulatan Rakyat (FMPKR) menggelar aksi sebagai sikap menolak kenaikan BBM (20/3/2012).

Aliansi itu merupakan gabungan dari LMND, LM Nasdem, PMKRI, GMKI, FRABAM, DPM Fakultas Syariah, BEM Fakultas Adab IAIN Raden Fatah, dan IKAMI Sulsel. Mereka memulai aksinya dari Bundaran Pasar cinde menuju Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

“Pemerintah SBY sangat pandai menipu rakyat dengan menunggangi isu krisis politik di iran. Ia seakan menemukan momentum untuk menaikan harga BBM di dalam negeri, padahal ada atau tidaknya krisis di Iran pemerintah tetap akan menaikan harga BBM, karena ini merupakan perintah tuan-tuan negeri Imprealisme asing yang di belakangnya berbaris koorporasi asing minyak dunia untuk dapat menguasai distribusi penjualan di dalam negeri,” ujar Muhammad Asri, Ketua LMND Kota Palembang.

Asri juga menambahkan bahwa ia melihat pemerintah saat ini sangat tidak peka terhadap kondisi rakyat, hanya patuh dan tunduk pada kepentingan asing. Ini dilihat dari kebijakan Neoliberalisme yang diambil mengharuskan pencabutan seluruh subsidi untuk rakyat.

Padahal, menurut Asri, ada beberapa solusi yang bisa diambil pemerintah tanpa menaikan harga BBM. Diantaranya: meninjau kembali kotrak karya pertambangan dan regenoisasi penjualan migas kita.

Selain itu, terkait defisit APBN, Asri menganggap pemerintah mestinya melakukan penghematan anggaran belanja untuk kepentingan pejabat, seperti mobil dinas,rumah dinas dan belanja pegawai.

Dalam aksinya, mahasiswa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan tidak populernya kebijakan SBY menaikkan harga BBM. Mereka juga membakar foto SBY sebagai bentuk protes.

FUAD KURNIAWAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut