Mahasiswa Kupang Tuntut Demokratisasi Kampus

Aksi Kupang

Sejumlah persoalan terus menghantui mahasiswa di beberapa kampus di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Diantaranya adalah persoalan di Universitas Katolik Widia Mandira Kupang. Sebelumnya, para dosen melakukan mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah. Tuntutan mereka pun direspon pihak yayasan.

Alhasil, setelah tuntutan para dosen dipenuhi, mahasiswa ditekan agar melunasi biaya kuliah tepat waktu. Ironisnya, mahasiswa kadang tidak tahu penggunaan uang mereka. Bahkan, ketika mereka meminta dana untuk kegiatan, mahasiswa dipersulit.

Mahasiswa memprotes tindakan ini. Bagi mereka, pengelolaan keuangan harus dibuat transparan. Mahasiswa juga berhak untuk tahu keadaan uang mereka dan seperti apa pengelolaannya. Untuk itu, mahasiswa menuntut demokratisasi kampus.

Persoalan juga terjadi di kampus PGRI NTT. Di sana, salah satu jurusan yang sudah dicabut ijin operasionalnya, masih tetap buka dan berjalan normal. Mahasiswa hendak menuntut kejelasan atas persoalan tersebut.

Merespon berbagai persoalan di atas, ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi Kampus (SMDK) menggelar aksi massa, Senin (8/10). Mereka menggelar aksinya di markas Polda NTT dan DPRD NTT.

Sejumlah organisasi bergabung dalam aksi ini, seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Sema FKIP UKAW, BEM Fakultas Hukum Undana, FKM FKIP, dan Partai Rakyat Demokratik.

Di Mapolda NTT, mahasiswa memprotes tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Rektor PGRI NTT terhadap seorang mahasiswa. Tidak hanya itu, mahasiswa mendesak agar Resimen Mahasiswa (Menwa) kampus PGRI segera dibubarkan.

Setelah itu, massa aksi melanjutkan ke kantor DPRD NTT dengan terus melakukan orasi politik. Sempat terjadi kericuhan di kantor parlemen itu. Pemicunya, pihak Komisi D enggan menerima tuntutan mahasiswa. Massa aksi pun menerobos ke dalam ruangan kantor DPRD. Barulah pihak DPRD mau menerima dan berdialog dengan mahasiswa. Pihak DPRD menjanjikan akan memediasi sebuah pertemuan dengan pihak Rektor PGRI dan pihak mahasiswa.

Ira Sobeukum

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut