Mahasiswa Galang Tanda Tangan Untuk Pembebasan Aktivis Petani

Penahanan dua aktivis petani Tanjung Medang, Junaidi dan Kosim, mendapat perhatian dari gerakan mahasiswa. Dengan membentangkan sebuah kain, belasan aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggalang tanda-tangan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan petani itu.

Muhammad Asri, salah seorang aktivis LMND Palembang, menyatakan bahwa penggalangan tanda-tangan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moral kepada para aktivis petani.

“Salah satu tridharma dari perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi gerakan mahasiswa untuk menjauh dari berbagai persoalan rakyat,” katanya saat menyampaikan orasi.

Mengikuti seruan ini, sejumlah mahasiswa pun membutuhkan tanda-tangan pada kain putih yang sudah dipersiapkan.

Kriminalisasi terhadap pejuang petani

Dalam orasi yang disampaikan para aktivis LMND, diketahui bahwa kedua aktivis petani tersebut di atas adalah korban kriminalisasi oleh kepolisian, yang di belakangnya berdiri kepentingan pengusaha.

Kedua petani tadi, Junaidi dan Kosim, dianggap melakukan pengrusakan oleh kepolisian. Padahal, kedua petani ini memperjuangkan tanah ulayak desa dari keserakahan pengusaha bernama Burhan.

Aktivis LMND menyakini adanya persekongkolan antara kepala desa, BPN, dan pihak kepolisian dalam perampasan tanah ulayak ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut