Mahasiswa Dan Rakyat Miskin Kecam Kekerasan Polisi Di Makassar

Sedikitnya 200-an mahasiswa dan rakyat miskin yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945  (GNP 33 UUD 1945) menggeruduk Markas Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes)  Makassar, Sabtu (29/11/2014).

Kedatangan ratusan mahasiswa dan rakyat miskin ini bermaksud untuk menggugat tindakan represif aparat kepolisian saat menghadapi aksi massa menolak kenaikan harga BBM di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada hari Kamis (27/11) lalu.

Dalam aksi tersebut, massa aksi GNP 33 UUD1945 menggotong keranda mayat sebagai simbolisasi matinya hati nurani dan keberpihakan aparat kepolisian terhadap penderitaan rakyat. Mereka juga menggelar aksinya tepat di halaman Mapoltabes Makassar.

“Polisi tidak lagi menjadi aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat, tetapi menjadi instrumen kekerasan dari sebuah kekuasaan yang hendak membungkam suara rakyat,” kata Muhammad Asrul selaku koordinator dalam aksi tersebut.

Asrul menjelaskan, aparat kepolisian seharusnya bisa menempatkan dirinya sebagai institusi untuk fungsi pengamanan saja, bukan sebagai alat kekuasan dari rezim berkuasa. Menurutnya, jika Polri menjadi alat rezim berkuasa, maka apapun kebijakan rezim berkuasa, termasuk yang merugikan rakyat, akan dibentenginya.

“Kenaikan harga BBM harus dilihat sebagai kebijakan yang merugikan kepentingan rakyat luas. Apalagi, argumentasi pemerintah menaikkan harga BBM sangat lemah. Bagi kami, kenaikan harga BBM ini lebih banyak karena desakan pihak asing untuk mendorong liberalisasi energi di Indonesia,” jelasnya.

Dalam pernyataan sikapnya, GNP 33 UUD 1945 mendesak komnas HAM, komisi III DPR RI, dan KOMPOLNAS untuk turun ke lapangan dan mengusut adanya dugaan pelanggaran HAM berat dalam kejadian tersebut.

Selain itu, karena kasus kekerasan tersebut dipicu oleh adanya kebijakan penaikan harga BBM, maka GNP 33 UUD 1945 juga menuntut pemerintahan Jokowi-JK turut bertanggung-jawab. “Sangat disayangkan bahwa Presiden Jokowi melepas tanggung-jawab atas kejadian itu,” kata Asrul.

Dalam seruan aksinya, GNP 33 UUD 1945 mengajak semua elemen pergerakan mahasiswa dan rakyat untuk terus bergerak dan bersatu menuntut pembatalan kenaikan harga BBM.

Erik Yunanto 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut