Mahasiswa Unhas Berbelasungkawa Untuk Arif

Tewasnya Muhamamad Arif, warga Pampang Makassar, dalam aksi massa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pada hari Kamis (27/11) lalu, mengundang keprihatinan banyak pihak.

Sabtu (29/11) malam, sedikitnya 30-an mahasiswa Universitas Hasanuddin yang berasal dari berbagai organisasi, seperti Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM), Lingkar Advokasi Mahasiswa (LAW) Unhas, BEM Fakultas Sastra- (FS-UH), Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE-UH), dan Front Mahasiswa Nasional, menggelar aksi solidaritas di Pintu I Kampus Unhas Tamalanrea.

Dalam aksi tersebut, selain membentangkan spanduk berisi ucapan belasungkawa, massa aksi juga membuat gundukan tanah yang menyerupai makam dan ditempeli lambang institusi Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Makam tersebut kemudian dipagari dengan lilin yang sudah menyala.

“Malam ini kami mengirimkan belasungkawa atas meninggalnya Muhammad Arif, warga Pampang yang juga bergabung bersama mahasiswa UMI, untuk menyuarakan keberatannya atas kebijakan pemerintah,” kata Harisra selaku koordinator lapangan dalam aksi tersebut.

Dalam orasinya, mahasiswa mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa dan warga masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya. “Polisi tidak lagi menjalankan fungsinya untuk mengayomi dan melayani masyarakat, tetapi telah berbalik menjadi ancaman bagi masyarakat dan mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasinya,” ujar seorang orator.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar pelaku kekerasan yang menyebabkan tewasnya Arif segera diadili. Tak ketinggalan, mahasiswa menyuarakan sikap mereka menolak kenaikan harga BBM.

Sebagaimana diketahui, pada hari Kamis (27/11), aksi massa menolak kenaikan harga BBM di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, seorang warga bernama Muhamad Arif (17) meninggal di tangan aparat keamanan.

Burhan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut